Sabtu, 20 Jun 2026 23:32 WIB

Orangtua Korban Kekerasan di SMKN 1 Wadul Patung Gubernur Suryo

  • Penulis :
  • | Jumat, 28 Sep 2018 12:27 WIB
Orangtua korban saat membentangkan poster di Patung Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (28/9/2018) pagi.
Orangtua korban saat membentangkan poster di Patung Gubernur Suryo, Surabaya, Jumat (28/9/2018) pagi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

 
jatimnow.com - Dua wali murid SMKN 1 Surabaya yang anaknya menjadi korban kekerasan kepala sekolah aksi wadul (mengadu) di Patung Gubernur Suryo, Taman Apsari, Jumat (28/9/2018). 
 
Budi Sugiharto dan Elisa Ernawati serta suaminya menuntut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Saiful Rachman memimta maaf kepada korban, RA, ZU dan ZA. Sedangkan orangtua Za tidak bisa ikut karena ada keperluan.
 
Dalam video yang beredar, Saiful melontarkan pernyataan yang terkesan menyepelekan pengaduan ketiga siswa korban ke orangtuanya.  Korban, seolah menyampaikan kejadian yang tidak benar.
 
 
"Anak kami itu korban kekerasan, kok dianggap bohong. Pak Kadispendik Jatim harus menarik ucapannya dan minta maaf ke korban. Jangan saenake dewe," tegas Lisa.
 
Para wali murid ini terpaksa wadul ke Patung Gubernur Suryo yang berada di depan Gedung Grahadi karena terlanjur putus asa dan kecewa dengan Kadispendik Jatim yang melindungi Kepala SMKN 1 Surabaya Bahrun yang telah mengakui perbuatannya.
 
"Kami berharap Patung Gubernur Suryo ini menyadarkan Gubernur Jatim Soekarwo untuk mengevaluasi anak buahnya yang telah menyakiti hati pelajar. Jangan dorong  kasus ini ke polisi, kasihan anak-anak jika diberkas. Please deh Pakde Karwo," sambung Budi Sugiharto yang anaknya kena tampar hingga kaca matanya terlepas itu.
 
 
Bahrun sudah mengakui dan membuat surat pernyataan bersalah serta mengaku khilaf pada Rabu (26/9/2018). Kekerasan di SMKN 1 Surabaya ini juga menyulut aksi pelajar yang menyoroti transparansi dan meminta penggantian kepala sekolah.
 
Bahrun membuat pernyataan di atas materai di hadapan Budi Sugiharto orang tua RA dan Kapolsek Wonokromo, Kompol Rendy Surya pada Rabu (26/9/2018) .
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.