Kamis, 18 Jun 2026 10:49 WIB

BPOM Temukan Jajanan Latiao asal Cina di Kediri, Mengandung Bakteri Berbahaya

Sidak jajanan Latiao dari BPOM Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Sidak jajanan Latiao dari BPOM Kediri. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menemukan jajanan asal Cina Latiao, saat sidak di sejumlah toko dan distributor di Kota Kediri, pada Senin (4/11/2024). Jajanan tersebut, saat ini telah dilarang peredarannya karena diduga mengandung bakteri Bacillus Cereus.

Total dalam sidak hari ini, petugas menemukan 8 jenis jajanan Latiao di beberapa toko di jalan Pattimura, Kota Kediri. 1 produk di antaranya masuk dalam daftar Latiao yang terkonfirmasi positif mengandung bakteri berbahaya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

“Ada 8 produk Latiao tapi yang terkonfirmasi positif cuma 1,” kata Pengawas Farmasi dan Makanan Ahli Muda BPOM Kediri, Tito Veriyanto.

Seperti diketahui, hasil pengujian laboratorium terhadap 4 jenis produk Latiao positif mengandung bakteri berbahaya yang menyebabkan gejala keracunan berupa sakit perut, pusing, mual, dan muntah. Keempat produk tersebut yakni Luvmi Hot Spicy Latiao, C&J Candy Joy Latiao, KK Boy Latiao, dan Lianggui Latiao.

“Yang kita temukan terkonfirmasi disini C&J Candy Joy Latiao,” tambahnya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Selanjutnya, BPOM mengimbau pedagang untuk menyimpan dan mengembalikannya ke distributor. Agar kasus keracunan seperti yang terjadi di 7 daerah di Indonesia tidak terulang.

“Kita minta toko meng-hold dulu sampai hasil pemeriksaan dan pengujian final dilakukan,” pinta Tito.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Latiao adalah pangan olahan berbahan dasar tepung dan memiliki tekstur kenyal serta rasa pedas gurih. Tekstur dan rasanya ini cukup banyak diminati konsumen. Namun demikian secara khusus BPOM mengimbau masyarakat terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, dan lanjut usia untuk menghindari pangan olahan pedas menyengat.

Menurut Tito, BPOM akan terus melakukan pemeriksaan lanjutan di sejumlah toko grosir di Kediri Raya. Hal itu untuk memastikan jajanan tersebut tidak beredar lagi di masyarakat, khususnya anak-anak.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.