Kamis, 18 Jun 2026 09:35 WIB

Kekerasan Terhadap Siswa Inklusi di Surabaya, Gubernur: Proses Hukum

Gubernur Jatim Soekarwo saat mengikuti acara Cangkrukan Sinergitas TNI Polri bersama Forkopimda dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019 di Rumah Dinas Pangdam V Brawijaya, Kamis (27/9/2018) malam.
Gubernur Jatim Soekarwo saat mengikuti acara Cangkrukan Sinergitas TNI Polri bersama Forkopimda dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019 di Rumah Dinas Pangdam V Brawijaya, Kamis (27/9/2018) malam.

jatimnow.com - Kejadian kekerasan kepala sekolah terhadap siswa inklusi SMKN 1 Surabaya mendapatkan reaksi dari Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Ia bahkan menyebut, jika insiden tersebut merupakan fenomena yang serius, sehingga harus diproses secara hukum.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ditemui dalam acara Cangkrukan Sinergitas TNI Polri bersama Forkopimda dalam rangka Pileg dan Pilres 2019 di Rumah Dinas Pangdam V Brawijaya, Soekarwo atau yang lebih akrab disebut Pakde Karwo menyatakan insiden yang terjadi itu adalah hal serius dalam dunia pendidikan.

"Kita serahkan ke hukum. Nanti kalau sudah diserahkan hukum kemudian barulah kami mengambil sikap. Tapi dijalur hukum dulu karena kita negara hukum, supaya proses hukumnya biar jelas," tuturnya usai acara cangkrukan, Kamis (27/9/2018) malam.

Baca juga: Demo Kepsek, Siswa SMKN 1 Surabaya Keluhkan Pungutan Lokasi Parkir

Sementara itu apa yang disampaikan Pakde Karwo kontras dengan jawaban Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Saiful Rachman yang menganggap enteng kejadian ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Bahkan, ia menuding adanya upaya politisasi dibalik tuntutan wali murid yang menginginkan Kepala SMKN 1 Surabaya mundur.

Pakde Karwo dalam kesempatan tersebut menekankan bahwa fenomena itu merupakan fenomena serius yang tak bisa dianggap enteng.

Selain kekerasan terhadap siswa, kejadian ini juga diperparah karena korban merupakan anak berkebutuhan khusus (inklusi).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Saya tekankan sekali lagi, tidak bagus apabila sebagai seorang pendidik melakukan itu (tindak kekerasan). Apalagi korbannya anak inklusi," tegasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.