Selasa, 16 Jun 2026 03:18 WIB

Bayi di Ponorogo Lahir Tanpa Anus, Butuh Bantuan Pengobatan

Bayi Tegar yang lahir tanpa anus. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Bayi Tegar yang lahir tanpa anus. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Agung Tegar Jiwa Prakosa, bayi berusia 3 bulan asal Desa Sidoharjo, Kecamatan Pulung, Ponorogo terlahir dengan kondisi langka. Bayi mungil, anak keempat dari pasangan Hermin dan Sujoko itu tidak memiliki anus.

Kini, orang tua bayi membutuhkan bantuan biaya pengobatan. Sang ayah yang hanya sebagai buruh bangunan dan ibunya seorang ibu rumah tangga tidak mampu membiayai pengobatan sang buah hati.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Tegar saat ini dirawat di RSUD dr. Harjono Ponorogo. Dia ditemani ibunya, yang setia mendampingi. 

“Bapak dan saya berjuang keras, tetapi situasi sulit. Untuk kebutuhan sehari-hari saja kami harus bersusah payah,” ungkap Hermin sembari menahan tangis saat menceritakan kondisi putranya, Rabu (30/10/2024). 

Keluarga Tegar juga belum memiliki asuransi kesehatan BPJS, dan baru bisa mengajukan pendaftaran yang dijadwalkan aktif pada Jumat (1/11/2024) mendatang.

Saat Tegar lahir, bidan puskesmas segera menyampaikan kepada Hermin bahwa putranya terlahir tanpa anus. Meski masih dalam kondisi lemah pasca melahirkan, Hermin harus menerima kenyataan ini dan membawa Tegar ke RSUD untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut. 

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Tegar dirujuk ke rumah sakit di Ngawi untuk menjalani operasi kolostomi guna membuat saluran pencernaan melalui perut. Dokter juga mengatur jadwal operasi lanjutan yang akan dilakukan sekitar tujuh bulan setelah operasi pertama.

Dokter spesialis anak, dr. Kautsar Prastudia, Sp.A, yang menangani Tegar di RSUD dr. Harjono Ponorogo, menyampaikan bahwa Tegar menghadapi beberapa kondisi medis. 

Selain lahir tanpa anus, Tegar juga mengalami pneumonia, serta laringomalasia, kondisi di mana saluran napas dan pencernaannya mengalami kelemahan pada sekat. 

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

“Kami telah melakukan penanganan untuk kondisi pencernaan Tegar dengan kolostomi, dan pneumonia yang dialaminya mulai membaik. Namun, laringomalasia tetap perlu pengawasan dan perawatan lanjutan,” kata dr. Kautsar.

Saat ini, Tegar terus menjalani pemeriksaan berkala dengan pengawasan ketat dari tim medis, bekerja sama dengan dokter bedah anak di Ngawi. 

Proses penyembuhan Tegar akan berlangsung bertahap melalui rawat jalan jika kesehatannya memungkinkan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.