Minggu, 21 Jun 2026 01:40 WIB

Protes Kebijakan Calon Pegawai, Guru di Ponorogo Gelar Istighosah

Para guru yang melakukan istighosah
Para guru yang melakukan istighosah

jatimnow.com - Guru Tidak Tetap (GTT)/Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Ponorogo menggelar aksi. Namun GTT/PTT di Ponorogo memilih menggelar aksi istighosah dan doa bersama di Alun-Alun Ponorogo, Kamis (27/9/2018).

Dibawah terik matahari, mereka memanjatkan doa agar pemerintah pusat memberi perhatian.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Walaupun hanya menggelar doa, mereka tetap membentangkan spanduk berisi kekecewaan terhadap pemerintah yang dinilai abai terhadap nasib mereka.

Sejauh ini pendapatan dari mengajar para guru ini sangat minim. Hanya Sekitar Rp 300 ribu per bulan, bahkan ada yang Rp 150 ribu per bulan.

Ketua Forum GTT/PTT TK-SD Negeri Ponorogo Dwi Wahyu Nugroho, mengaku kecewa saat muncul rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) atau Aparatur Sipil Negara (ASN).

"Ya kecewa lah. Karena GTT/PTT tidak diakomodir dalam CPNS tersebut," ujarnya.

Menurutnya, GTT dan PTT tidak diakomodasi , meski sudah bertahun-tahun mengabdi dengan honor yang minim.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Pintu masuk untuk jadi ASN adalah UU 5 tahun 2014. Itu harus direvisi, bila tidak, selamanya kita akan jadi honorer. Kita dukung dengan doanya kawan-kawan yang sedang berjuang hearing dengan DPR RI,” ujarnya.

Para GTT, lanjut Wahyu, juga meminta adanya rekrutmen CPNS dari tenaga honorer tanpa pengkategorian atau batasan usia. Apalagi, GTT/PTT di Ponorogo berusia lebih dari 35 tahun dan mengajar lebih dari 10 tahun.

“Ke depan rekrutmen harus direvisi syaratnya agar kita bisa paling tidak ikut tes CPNS pusat,” katanya.

Sementara, ditanya tentang solusi pemerintah mengangkat tenaga honorer sebagai Pegawai Pemerintah dan Perjanjian Kontrak Kerja (P3K), Wahyu bergeming.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Ia mengaku kecewa kembali. Wahyu mengklaim reward yang pantas bagi GTT/PTT yang sudah mengabdi diangkat menjadi PNS

"P3K memang sama dengan PNS, tapi kita bisa sewaktu-waktu diberhentikan, itu yang kita tidak mau,” ulasnya.

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.