Selasa, 16 Jun 2026 23:57 WIB

Demokrat Sebut Cawabup Trenggalek Bohongi Parpol

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Trenggalek, Mugianto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Plt Ketua DPC Partai Demokrat Trenggalek, Mugianto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jelang pelaksanaan Pilkada Trenggalek, calon wakil bupati (Cawabup) Syah Muhammad Natanegara terganjal masalah internal. DPC Partai Demokrat Trenggalek menilai Syah telah membohongi partai politik (parpol).

Hal ini dikarenakan Syah masih menyisakan polemik status anggota di dua partai yang berbeda, yakni Partai Demokrat dan PKB. Pada Pilkada 2020 lalu Syah pernah menjadi anggota Partai Demokrat. Namun pada Pilkada tahun ini Syah diklaim menjadi anggota PKB.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Plt Ketua DPC Partai Demokrat Trenggalek, Mugianto menganganggap penting soal status anggota ganda Syah.

Pada Pilkada 2020 lalu, Syah pernah menjadi anggota Partai Demokrat. Namun pada Pilkada 2024, Syah kembali dan diklaim menjadi anggota PKB.

Menurutnya, Syah telah membohongi parpol.

"Parpol saja dibohongi. Apalagi masyarakat yang memilih, bisa juga dibohongi," ujar Mugianto, Senin (28/10/2024).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Hingga saat ini Syah belum membuat surat pengunduran diri ke Partai Demokrat. Di sisi lain, Syah juga masih memegang kartu tanda anggota Partai Demokrat.

"Belum ada pengunduran diri yang diberikan, dan bagi kami tidak terlalu penting. Karena kontribusinya di masyarakat juga tak ada," tegas dia.

Menanggapi kondisi ini, Ketua DPC PKB Trenggalek, Iman Sukri mengungkapkan bahwa Syah merupakan kader asli dari PKB. Bahkan dia terdaftar sebagai pengurus DPW PKB Jatim.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Pada Pilkada 2020, saat itu Syah menjadi legislatif dari fraksi PKB. Tapi saat pembukaan bursa pencalonan, PKB mengusung pasangan Alfan Rianto dan Zaenal Fanani.

Karena hasrat Syah ingin maju ke Pilkada 2020, dia memutuskan untuk pindah keanggotaan ke Partai Demokrat dan maju bersama dengan Muhammad Nur Arifin.

"Syah adalah kader asli PKB dan latar belakangnya juga kuat. Mengingat orang tuanya juga pernah menjadi anggota DPR RI dari PKB," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.