Rabu, 17 Jun 2026 18:46 WIB

Guru Madrasah Jember Termarjinalkan, Dukung Fawait Berharap Perubahan

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 25 Okt 2024 07:32 WIB
Deklarasi dukungan guru madrasah ke Gus Fawait - Djoko (Foto: Media Center Gus - Djos)
Deklarasi dukungan guru madrasah ke Gus Fawait - Djoko (Foto: Media Center Gus - Djos)

jatimnow.com - Dinilai mampu memahami kondisi, sejumlah guru madrasah mendeklarasikan dukungan kepada Muhammad Fawait - Djoko Susanto di Pilkada Jember.

Perkumpulan Guru Madrasah Indonesia (PGMI) Jember mendeklarasikan dukungan di posko. Pemenangan Paslon 2 di Posko Rumah Cinta Jalan Gajah Mada Kaliwates, Kamis (24/10/2024).

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Ketua PGMI Jember, Syarofi Romdon, optimis Gus Fawait bisa membawa perubahan signifikan jika menjadi pemimpin Jember, khususnya terhadap nasib guru madrasah.

"Guru madrasah selama ini termarjinalkan. Artinya, tidak pernah tersentuh oleh pemerintah daerah melalui APBD," ungkapnya.

Guru madrasah berkomitmen mendukung Gus Fawait, mengingat kandidat dari kalangan pesantren ini benar-benar memahami kondisi guru madrasah.

Para guru madrasah saat bertemu dengan Gus Fawait. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)Para guru madrasah saat bertemu dengan Gus Fawait. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

"Kami yakin dengan adanya Gus Fawait ini, guru madrasah nanti akan ada perubahan," jelasnya.

Baca Juga: Bupati Jember Serahkan Puluhan Kendaraan Penunjang Koperasi Merah Putih

"Kami pernah bersurat kepada bupati sebelumnya sampai 3 kali, tapi gak pernah ada respon. Makanya kami kecewa," sambungnya.

Menanggapi itu, Gus Fawait tegas menyatakan semua program yang diusung akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Jember, termasuk guru madrasah.

"Saya sejak kecil belajar di madrasah, mulai MI, MTs, hingga MA. Jadi kami punya program jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang," urainya.

Baca Juga: Bupati Jember Perintahkan Dinas TPHP Cabut Izin Kios Pupuk Subsidi Nakal

"Untuk jangka panjang, kami prioritaskan di pendidikan, salah satunya madrasah," ungkap Gus Fawait.

Selain itu, ia juga berkomitmen lebih memperhatikan pendidikan di pelosok melalui program jangka panjang, guna mengurai kemiskinan yang selama ini disebabkan oleh minimnya akses pendidikan.

"Di desa, rata-rata pendidikan itu madrasah. Makanya kami tidak akan membeda-bedakan. Madrasah juga punya peluang yang sama dengan sekolah lainnya," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.