Selasa, 16 Jun 2026 00:46 WIB

Bunga Bangkai Ditemukan di Bondowoso, Aroma Busuk Tercium hingga 20 Meter

  • Penulis :
  • | Rabu, 23 Okt 2024 08:51 WIB
Bunga bangkai yang ditemukan di Bondowoso. (Foto: tangkapan layar media sosial warga)
Bunga bangkai yang ditemukan di Bondowoso. (Foto: tangkapan layar media sosial warga)

jatimnow.com - Warga Desa Curah Poh, Curahdami, Bondowoso, mendadak heboh saat menemukan bunga bangkai di pekarangan rumah salah satu warga. Bunga berkelopak besar itu memang menyebarkan aroma busuk yang menyengat, mirip bau bangkai hewan besar.

Awalnya, keluarga Yuni, warga setempat, merasa penasaran dengan adanya bau busuk yang menyengat. Mereka pun mencari ke arah sumber bau tersebut.

Baca Juga: Mengejutkan, Air Hujan di Desa Sumberkemuning Bondowoso Mengandung Mikroplastik

Tak disangka, sebuah bunga bangkai berkelopak besar, berwarna ungu ditemukan tengah mekar di tengah pekarangan yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah Yuni, pemilik pekarangan itu.

"Awalnya adik saya mencium aroma sangar menyengat seperti bangkai," kata Yuni (30), seperti dilansir media online, Rabu (23/10/2024).

"Akhirnya ditemukan dua bunga bangkai. Cuma yang satu sudah mulai layu dan hampir mati," tambah Yuni.

Warga desa pun turut berbondong-bondong ingin melihat fenomena bunga bangkai yang tengah mekar itu.

Baca Juga: Tanam Perdana Kopi Arabika di Bondowoso, PTPN I Gairahkan Ekonomi Lokal

Aroma menyengat yang muncul dari bunga bernama Latin Amorphophallus titanum itu pun makin terasa saat warga mencoba mendekati bunga tersebut.

Namun warga yang datang tak juga surut. Mereka ingin melihat dari dekat sekaligus mengambil foto bunga yang langka ini.

Baca Juga: Aktivis Lingkungan Bergerak, Selamatkan Sungai Bondowoso dari Cengkraman Plastik

Bu Yuni juga mengaku, saat dirinya masih duduk di bangku SD, bunga bangkai itu juga pernah ditemukan di pekarangan rumahnya.

"Kalau kata orang-orang tua dulu, itu disebut bunga Suweg," pungkas Bu Yuni.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.