Rabu, 10 Jun 2026 13:03 WIB

Bantah Ada Kekerasan, Kadispendik Diminta Turun ke SMKN 1 Surabaya

  • Penulis :
  • | Rabu, 26 Sep 2018 20:02 WIB
Kepala SMKN 1 Surabaya saat bersalaman dengan orang tua siswa korban kekerasan, Rabu (26/9/2018).
Kepala SMKN 1 Surabaya saat bersalaman dengan orang tua siswa korban kekerasan, Rabu (26/9/2018).

jatimnow.com – Tanggapan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman yang menyikapi kasus kekerasan di SMKN 1 Surabaya membuat kecewa wali murid. Pasalnya, Saiful seakan menyepelekan insiden kekerasan kepada tiga muridnya itu.

Budi Sugiharto, orang tua salah satu korban meminta Kadispendik Jatim untuk turun langsung ke SMKN 1 Surabaya. Bahkan, ia meminta kepada Saiful untuk tidak menerima laporan dari satu pihak yang ‘asal bapak senang (ABS)’.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Padahal, pada saat itu Bahrun melakukan tindak kekerasan kepada tiga siswa, yaitu RA ditampar, MZ dijambak dan dicubit serta ZU ditampel tangannya.

"Lah, ini kok bilang tidak ada penjambakan. Itu laporan darimana?" tegas Budi, Rabu (26/9/2018) malam.

Sebaiknya, lanjut Budi, Saiful turun langsung ke SMKN 1 Surabaya dan bertemu korban maupun siswa lainnya, agar tahu kondisi yang sebenarnya. Sebab, faktanya sudah jelas ada kekerasan kepada tiga siswanya itu.

Baca juga: Kadispendik Jatim Tanggapi Dingin Kekerasan di SMKN 1 Surabaya

Apalagi, Kepala SMKN 1 Surabaya, Bahrun, meminta maaf dan mengaku khilaf telah berbuat kekerasan itu melalui surat pernyataan bermaterai yang ditulis tangan oleh Bahrun sendiri di hadapan kepolisian, 3 siswa yang jadi korban dan orang tua RA.

“Saya juga meminta kepada Kadispendik untuk tidak menyalahkan anak-anak karena dia anak-anak yang tugasnya hanya belajar,” tegasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Diberitakan sebelumnya,  Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Saiful Rachman memastikan sudah memproses insiden tersebut dengan memanggil kepala sekolah yang bersangkutan. Selain itu, ia juga memerintahkan kepala cabang Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk mencari titik benar masalah itu.

"Ya kepala sekolah mengakui jika menampar, tapi nggak seberapa keras. Tapi kenapa pada berita yang diviralkan itu ditampar dijambak," terang Saiful Rachman saat dikonfirmasi jatimnow.com (26/9/2018).

Ia mengungkapkan bahwa kejadian itu tidak perlu ada campur tangan atau mediasi dari Dinas Pendidikan Provinsi Jatim karena hanya masalah sepele.

"Tapi kalau orang tuanya nuntut kepseknya mundur ya kejauhan. Tapi tetap kami proses. Kepseknya juga sudah kami panggil. Saya suruh selesaikan. Tapi kita ngga perlu memediasi kedua belah pihak lah, kan mereka juga bisa menyelesaikan sendiri," imbuhnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

 

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.