Senin, 22 Jun 2026 16:05 WIB

KPU Ingin Debat Publik Pilgub Jatim 2024 jadi Rujukan Pilih Pemimpin

Tiga paslon Calon Gubernur Jatim 2024 (Munir/jatimnow.com)
Tiga paslon Calon Gubernur Jatim 2024 (Munir/jatimnow.com)

jatimnow.com - KPU Jatim ingin debat publik perdana ini menjadi rujukan bagi warga Jawa Timur untuk memilih sosok pemimpin yang berkompeten menjadi gubernur selama lima tahun kedepan.

"Debat ini diharapkan dapat memberikan gambaran jelas bagi pemilih menjelang pemilihan gubernur mendatang," kata Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi dalam sambutannya di Graha Unesa, Jumat (18/10/2024)

Baca Juga: Foto: Podcast KPU Jatim, Solusi Edukasi Pemilih yang Hemat Biaya

Aang menambahkan, pelaksanaan debat publik bagi calon gubernur dan wakil gubernur Jatim ini merupakan fasilitas yang diberikan oleh KPU pada tahapan kampanye. Debat ini akan dilaksanakan sebanyak tiga kali. 

Adapun tema tema debat kali ini mengangkat isu Transformasi Sosial dan Peningkatan Produktivitas Sumber Daya Lokal untuk Kesejahteraan Masyarakat Jatim.

"Dalam regulasi, debat adalah kewajiban yang harus diikuti oleh seluruh pasangan calon," ujar Aang. 

Selain itu, tujuan lain dari debat publik ini juga untuk memberikan informasi kepada 31 juta pemilih di Jatim untuk mengetahui dan mengerti profil dan gagasan masing-masing pasangan calon. 

Diharapkan, pemilih yang tersebar di 61.752 TPS dapat menggunakan hak suara mereka setelah memahami visi, misi, dan program para calon.

Baca Juga: KPU Jatim Gandeng PFI Surabaya Gelar Pelatihan Optimasi SEO Fotografi

KPU Jatim menargetkan peningkatan partisipasi pemilih pada Pilgub yang akan berlangsung pada 27 November 2024. Untuk mendukung pelaksanaan debat, KPU telah menghadirkan tujuh panelis dari berbagai perguruan tinggi di Jatim yang akan merumuskan pertanyaan.

Panelis tersebut meliputi Prof. Achmad Muhibin Zuhri dari UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Muhammad Syarif dari Universitas Trunojoyo Madura, serta Adhitya Wardhono dari Universitas Jember. 

Panelis lainnya termasuk Dr. Sasongko Budisusetyo dari Universitas Hayam Wuruk Perbanas Surabaya, Dr. Ahmad Imron Rozuli dari Universitas Brawijaya Malang, dr. Hidayatullah dari Universitas Maarif Hasyim Latif Sidoarjo, dan Dr. Rina Wahyu Setyaningrum dari Universitas Muhammadiyah Malang.

Baca Juga: Mobil Dinas Ditarik untuk Efisiensi, KPU Lamongan Coba Pinjam ke Pemkab

Debat perdana ini terbagi dalam 6 segmen. Pada segmen pertama ketiga paslon menyampaikan visi-misi terkait tema debat. Segmen kedua dan ketiga adalah pendalaman visi-misi.

Selanjutnya, pada segmen ke-4 dan ke-5 ada saling tanya jawab antarpaslon. Terakhir di segmen ke-6 debat diakhiri closing statement masing-masing paslon.

Dari tema dan sub tema itu panelis merumuskan sejumlah pertanyaan kekinian dengan situasi dan kondisi saat ini di lapangan terkait kesejahteraan warga, kemiskinan, hingga SDM.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.