Minggu, 21 Jun 2026 07:24 WIB

Jumlah Korban Keracunan Nasi Kotak Hajatan di Trenggalek Capai 98 Orang

Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sunarto. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek mencatat ada 98 warga yang diduga keracunan usai mengkonsumsi makanan di pengajian. Dalam kasus ini seorang warga Kelurahan Ngantru berinisial N (47) meninggal dunia. Sebanyak 7 korban juga sempat mendapatkan perawatan intensif di RSUD dr Soedomo Trenggalek.

Kepala Dinkesdalduk KB Trenggalek, Sunarto mengatakan dari hasil penelusuran diperkirakan terdapat 130 warga yang mengikuti pengajian ini. Dari jumlah tersebut sebanyak 98 diantaranya diduga mengalami keracunan. Mereka mengeluhkan sakit perut, diare, demam dan muntah-muntah setelah mengkonsumsi nasi kotak dalam acara hajatan tersebut.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Rata-rata yang bergejala itu mengkonsumsi makanan dari pengajian pada malam hari," ujarnya, Selasa (15/10/2024).

Sunarto menjelaskan, setiap warga mendapatkan satu nasi kotak berisi nasi, telur balado, mie dan kering tempe. Mereka juga mendapatkan snack kotak berisi air mineral, roti bolu dan roti berisi daging ayam.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Dari 98 warga yang terindikasi keracunan, 8 warga harus dilarikan ke RSUD dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan perawatan medis. Satu korban diketahui meninggal dunia kemarin.

“Kami sudah melakukan ivestigasi dan mengamankan sampel makanan untuk dikirim ke laboratorium di Surabaya," paparnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Kasus dugaan keracunan ini terjadi bermula ketika warga melakukan rutinan pengajian di salah satu rumah Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek pada Rabu (9/10/2024) malam. Setelah mengkonsumsi makanan yang diberikan, banyak warga yang mengalami keluhan sakit perut, diare, demam hingga muntah-muntah.

"Warga yang tidak dirujuk ke rumah sakit, kini menjalani rawat jalan," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.