Kamis, 18 Jun 2026 17:21 WIB

Diduga Keracunan Nasi Kotak Hajatan, Warga Trenggalek Meninggal Dunia

RSUD dr Soedomo Trenggalek.
RSUD dr Soedomo Trenggalek.

jatimnow.com - Diduga mengalami keracunan usai mengkosumsi nasi kotak di sebuah acara, warga Trenggalek meninggal dunia. Korban diketahui berinisial N (47) warga Kelurahan Ngantru, Kabupaten Trenggalek.

Selain itu, 6 orang lainnya sempat mendapatkan perawatan di IGD RSUD dr Soedomo Trenggalek. Sampel makanan dalam nasi kotak telah dikirim ke laboratorium untuk diuji kandungannya.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Humas RSUD dr Soedomo Trenggalek, Sujiono mengatakan pada hari Jumat (11/10/2024) lalu, pihaknya menerima pasien N dengan keluhan diare mendadak dan muntah. Pasien tersebut datang ke RSUD dr Soedomo Trenggalek dalam kesadaran sudah menurun. Kemudian pasien tersebut harus menjalani perawatan di HCU.

"Setelah menjalani perawatan 1 hari, kondisi pasien semakin menurun dan pada Sabtu (12/10/2024) dan dipindahkan ke ICU, kondisinya tak kunjung membaik sehingga pada Senin kemarin pasien meninggal dunia," ujarnya, Selasa (15/10/2024).

Selain N, diketahui ada 6 pasien lain yang datang dengan keluhan sama. Pihak rumah sakit lalu melakukan wawancara terhadap para pasien atau anamnesia untuk mengetahui riwayat aktivitas pasien.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Hasilnya, diketahui mereka menghadiri acara yang sama pada Rabu (09/10/2024) malam. Mereka semat memakan nasi kotak di hajatan tersebut. Keesokan harinya korban mulai mengalami diare dan muntah-muntah.

"Kami belum bisa memastikan apa penyebab kematian korban, karena perlu pemeriksaan lanjut oleh dinas kesehatan," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) Trenggalek, Sunarto mengungkapkan, petugas telah melakukan pendataan dan penanganan kasus tersebut.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Dari indikasi yang dialami pasien, Sunarto menduga korban mengalami keracunan. Namun, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium sampel makanan yang dikonsumsi korban.

"Dugaan keracunan tetap ada. Tapi kami menunggu hasil pemeriksaan laboratorium yang membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.