Sabtu, 20 Jun 2026 10:40 WIB

Baby Sitter di Surabaya Cekoki Anak Majikan dengan Obat Keras

Obat keras yang diberikan baby sitter pada anak majikan di Surabaya. (Foto: tangkapan layar akun IG @linggra.kfor jatimnow.com)
Obat keras yang diberikan baby sitter pada anak majikan di Surabaya. (Foto: tangkapan layar akun IG @linggra.kfor jatimnow.com)

jatimnow.com - Polda Jatim menetapkan baby sitter di Surabaya sebagai tersangka lantaran terbukti memberikan obat - obatan keras pada anak asuhnya.

Terbongkarnya kasus baby sitter memberikan obat keras pada anak majikan ini dibagikan oleh yang akun Instagram @linggra.k.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Baby sitter itu diketahui bernama Nur (37) dilaporkan majikannya lantaran ketahuan memberikan obat-obatan jenis Dexametason dan Pronicy yang tergolong sebagai obat keras kepada bayi yang baru berusia 2 tahun secara diam-diam.

Aksi tidak terpuji Nur tersebut belakangan terbongkar saat sang majikan mendapati ada bekas serbuk diduga obat dalam gelas bekas digunakan anaknya.

Kemudian, saat ditelusuri ternyata benar bahwa Nur telah memberikan obat - obatan tersebut dengan cara digerus atau ditumbuk hingga halus dan dicampurkan pada minuman/makanan sang anak. Namun, yang lebih mengejutkan lagi, aksi tersebut ternyata sudah dilakoni Nur selama setahun terakhir.

Akibat dari ulah Nur, anak majikannya itu mengalami gangguan kesehatan hingga harus dirawat kerumah sakit. Kasus ini pun dilaporkan ke Polda Jatim.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Direskrimum Polda Jatim Kombes Pol Farman mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini telah menetapkan N (37) baby sitter sebagai tersangka dan telah ditahan untuk proses hukum selanjutnya.

Kepada penyidik, tersangka mengaku memberikan obat-obat tersebut agar bayi berusia 2 tahun tersebut menjadi gemuk.

"Pengakuan pelaku alasannya agar anak menjadi lebih gemuk," ujar Farman, Senin (14/10/2024).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Resep obat-obatan tersebut, lanjut Farman, diketahui oleh tersangka dari grup komunitas baby sitter yang diikutinya. Sementara obat-obatan tersebut didapatkan oleh tersangka dengan cara membeli melalui aplikasi belanja online.

"Jadi yang bersangkutan ini tidak punya latar belakang medis (tidak pernah belajar ilmu kesehatan). Pengetahuan obat-obatan itu diketahuinya dari informasi teman sesama pengasuh bayi dan pengakuannya, tindakan itu (memberikan obat) baru pertama kali (baru pada bayi tersebut)," tambahnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.