Sabtu, 06 Jun 2026 09:56 WIB

Harga Cabai Petani Banyuwangi Merosot, DPW Tani Merdeka Jatim Duga Karena Impor

  • Penulis : Gerhana
  • | Senin, 14 Okt 2024 10:26 WIB
Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Jatim.  (Foto : Gerhana/jatimnow.com)
Pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia Jatim. (Foto : Gerhana/jatimnow.com)

jatimnow.com - Harga cabai merah besar di tingkat petani Kabupaten Banyuwangi merosot hingga menyentuh harga Rp3.500 setiap kilogram.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Jawa Timur (Jatim), Riki Septiadi usai dilantik di kawasan wisata petik madu, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang pada Minggu (13/10/2024).

Baca Juga: Penyelundupan Ratusan Burung Tanpa Dokumen Digagalkan di Ketapang

Riki menyampaikan, harga cabai merah besar saat ini di pasar rakyat dijual Rp 18.000 setiap kilogram.

"Nah, ini menjadi para petani pada teriak, sedangkan di pasar sendiri itu sekarang untuk di Jawa aja sekitar Rp18.000 per kilogram," kata Riki.

Perlu diketahui, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi Jawa Timur resmi terbentuk, ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan para pengurusnya.

Dalam pengukuhan tersebut, organisasi yang para anggotanya merupakan petani dari seluruh Jawa Timur itu menyatakan komitmen tegas. Untuk siap mendukung dan mengawal program swasembada pangan yang dicanangkan oleh presiden terpilih Prabowo Subianto.

Lebih lanjut, Riki menduga, penyebab merosotnya harga di tingkat petani Kabupaten Banyuwangi, karena masuknya cabai merah besar impor dari India.

"Nah, itu pun juga harga itu dirusak kemungkinan besar karena adanya importir dari India. Nah, itu biasanya karena ada pemain besar yang merusak harga, makanya itu kita sebagai operator untuk memfasilitasi biar para kartel yang kita anggap itu tidak eksis lagi," katanya.

Pihaknya sedang mencari cara untuk membantu para petani di Banyuwangi agar bisa menjual cabai dengan harga yang wajar.

"Sebenarnya isu yang sekarang ini terjadi adalah antara supply and demand, antara pembeli dan petani dengan masyarakat itu tidak terkoneksi, karena terputus," katanya.

Baca Juga: Warga Banyuwangi Keluhkan Langkanya LPG 3 Kg Jelang Lebaran

"Nah, kami disini sebagai platform untuk mempertemukan antara petani agar tidak susah dalam menjual sesuatu. Ya, kami memfasilitasi dengan mensinkronkan dengan kebijakan dari arahan pusat," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Umum Tani Merdeka Indonesia, Don Muzakir mengatakan, pihaknya tengah fokus melakukan pembinaan terhadap para petani, dan utamanya membantu solusi pemasaran.

"Kita akan membeli hasil panen para petani ke depan, agar petani ini go international (ekspor) ke depan," katanya.

Dia menargetkan semaksimal mungkin hasil pertanian yang ada dapat dipasarkan ke luar negeri.

"Agar begitu panen raya ini bisa terserap dan kita bawa ke luar negeri, jadi begitu, tidak hanya menjadi konsumsi pasar nasional, tapi kita mencari jaringan di luar negeri dan itu sudah kita lakukan," katanya.

Baca Juga: Harga Cabai di Kediri Anjlok, Petani Hanya Impas hingga Terancam Rugi

Dia mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa hasil pertanian asal Indonesia yang telah di-ekspor.

"Kita sudah mengekspor sekarang bawang yang dari Brebes, kemudian beberapa hasil cengkeh sudah di-ekspor ke Tiongkok. Banyak produk-produk ke Jepang kita sudah mulai membuka jaringan," katanya.

Pihaknya juga siap mengawal program pemerintah di bidang pertanian. Menurutnya, kebutuhan petani yang perlu didukung penuh oleh pemerintah yakni pupuk, pestisida dan benih.

"Persoalan pupuk, ada petani kadang-kadang dia begitu datang ke depo pupuk dibilang pupuk tidak ada, kita akan mengadvokasi hal-hal semacam ini, karena pupuk tidak ada istilah langka, 9,5 juta ton sekarang pupuk," katanya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.