Minggu, 14 Jun 2026 18:26 WIB

Siswa Inklusi SMKN 1 Surabaya Ditampar Kepsek

Orang tua siswa melakukan pertemuan dengan guru di SMKN 1 Surabaya, Rabu (26/9/2018)
Orang tua siswa melakukan pertemuan dengan guru di SMKN 1 Surabaya, Rabu (26/9/2018)

jatimnow.com - Seorang pelajar inklusi (anak berkebutuhan khusus) SMKN 1 Surabaya yang diketahui berinisial RA ditampar Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Surabaya, Bahrun, Rabu (26/9/2018) pagi.

RA mengaku ditampar Bahrun pada bagian pipinya. Tidak hanya itu, hal yang sama juga diterima siswa berinisial ZU.  Siswa yang juga menjadi ketua kelas 11 Multimedia 2 SMKN 1 Surabaya ini juga menjadi korban sang Kepsek. Ia mengaku 'ditampel' tangannya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Selain mereka, ada satu siswa berinisial MZ yang juga kena perlakuan kasar sang kepala sekolah. Siswa tersebut 'dijambak' rambutnya oleh, Bahrun.

"Lumayan om, RA ditampar Pak Kepala Sekolah (Bahrun) sampai kecamatanya jatuh," cerita ZU pada Budi Sugiarto, ayah RA.

ZU menambahkan, peristiwa bermula saat sejumlah siswa selesai mengerjakan soal ujian dan guru penjaga ujian meminta siswa yang sudah selesai mengerjakan ujian, keluar kelas agar tidak ramai dan mengganggu yang lain.

"Pada saat kita keluar itulah, Pak Kepala Sekolah (Bahrun) datang dan langsung teriak-teriak keras, tanya ngapain di luar sambil bilang sok pinter kepada anak-anak," sambung ZU.

Kemudian, masih kata ZU, Bahrun menemui guru penjaga ujian dan melihat hasil ujian para siswa yang keluar tadi.

Bahrun melihat hasil ujian milik RA dan mendapati nomor ujian yang nggak bisa ia jawab. "Dari situ RA ditampar (oleh Bahrun)," tegas ZU.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Tidak hanya RA yang ditampar oleh Bahrun. ZU mengaku tangannya dikibaskan (ditampel) saat mencoba menyalami Bahrun.

Sementara itu, Bahrun (Kepala Sekolah SMKN 1 Surabaya) melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan Asslamet mengatakan meminta maaf atas nama pribadi maupun sekolah terkait dengan insiden tersebut. Ia mengaku ini baru pertama kali terjadi di sini.

"Bapak Kepala Sekolah (Bahrun) bahkan pernah mengingatkan ke guru-gurunya jangan sampai main tangan," sebut Asslamet.

"Jadi saya yakin, ini tadi hanya khilaf saja," tegas Asslamet.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Terkait keberadaan Bahrun, Asslamet mengatakan bahwa kepala sekolahnya itu sedang keluar karena ada rapat di dinas.

 

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.