Kamis, 18 Jun 2026 22:34 WIB

Ratusan Honorer DLH Ponorogo Tak Bisa Ikut Rekrutmen PPPK Mengadu ke DPRD

Ilustrasi karyawan DLH Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani /jatimnow.com)
Ilustrasi karyawan DLH Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani /jatimnow.com)

jatimnow.com – Ratusan tenaga honorer pasukan kuning yang bertugas di bawah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo terancam tidak dapat mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) gelombang pertama.

Hal ini menimbulkan keresahan di kalangan mereka, yang akhirnya mengadukan masalah tersebut kepada DPRD Ponorogo.

Baca Juga: DPRD Jember Soroti Rendahnya Gaji PPPK Nakes, Ancam Evaluasi Kadinkes

Anggota DPRD Ponorogo, Puryono, menyatakan telah menerima keluhan dari para tenaga honorer. Menurutnya, ada kendala administrasi yang menyebabkan sekitar 200 honorer pasukan kuning DLH tidak dapat mendaftar pada seleksi PPPK yang sedang berlangsung.

"Saya sudah berbicara dengan Kepala DLH, Pak Gulang. , Jumat (11/10/2024).

Dia menambahkan bahwa para tenaga honorer tersebut telah mengabdi selama lebih dari 15 tahun dan hal ini sangat disayangkan.

Puryono mendesak agar masalah administrasi ini segera diselidiki dan solusi dicari secepat mungkin.

Baca Juga: Bupati Jember Jamin Tak Ada Pemutusan Hubungan Kerja PPPK

“Kita kasihan dengan mereka yang sudah lama mengabdi. Semoga ini segera diatasi," tambahnya.

Pendaftaran rekrutmen PPPK gelombang pertama di Ponorogo telah dibuka pada Rabu (2/10/2024) melalui pengumuman resmi Pemkab Ponorogo.

Pada rekrutmen ini, terdapat 691 formasi yang dibagi untuk berbagai jabatan fungsional, termasuk 131 formasi untuk guru, 76 untuk tenaga kesehatan, dan 484 untuk jabatan teknis lainnya.

Baca Juga: Gaji ke 13 ASN dan THR PPPK Pemkot Surabaya Cair Minggu Depan

Rekrutmen PPPK ini dibagi menjadi dua gelombang, dengan gelombang pertama dikhususkan bagi pelamar prioritas seperti guru P1, bidan DIV pendidik, eks Tenaga Honorer Kategori II (THK-II), serta tenaga non-ASN yang terdaftar di pangkalan data Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Namun, hingga saat ini, tenaga honorer pasukan kuning masih belum dapat mengikuti proses rekrutmen tersebut karena kendala administratif yang belum terselesaikan.

DPRD Ponorogo diminta untuk segera turun tangan menangani masalah ini agar para tenaga honorer yang sudah lama mengabdi dapat ikut serta dalam rekrutmen PPPK. Kesalahan administrasi yang menghambat mereka harus segera diselesaikan demi keadilan bagi seluruh peserta.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.