Minggu, 14 Jun 2026 02:43 WIB

Keluar dari Sidang Etik DKPP, Komisioner Bawaslu Surabaya Riang Gembira

Komisioner Bawaslu Surabaya Agil Akbar saat keluar dari Kantor KPU Jatim (foto: Ade for jatimnow.com)
Komisioner Bawaslu Surabaya Agil Akbar saat keluar dari Kantor KPU Jatim (foto: Ade for jatimnow.com)

jatimnow.com - Komisioner Bawaslu Surabaya Muhammad Agil Akbar keluar dari lokasi sidang pelanggaran kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di Kantor KPU Jatim, Kamis (10/10/2024).

Agenda sidang dengan tuduhan kasus asusila dengan korban Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) ini tak membuat Agil tertekan. 

Baca Juga: Tingkatkan Quick Respon, Damkar Tulungagung Buka Pos Bantu di Wilayah Ngunut

Saat keluar dari kantor KPU, Agil nampak riang-gembira. Sesekali, ia bahkan menyapa rekan yang juga hadir mendampinginya.

Saat ditemui, Agil yang didampingi istrinya nampak aktif berkomentar didepan kamera. Bahkan, ia beberapa memperlihatkan bukti pembelaan yang ia sampaikan pada saat sidang dengan DKPP.

"Mengadu mendalilkan, apa, kekerasan seksual dan seterusnya. Ya, masa kekerasan seksual setelah itu masih kontak saya dan minta jatah kamar, kan nggak masuk akal,” ujar Agil.

Menurut Agil, tuduhan asusila yang dilakukan oleh Panitia PPK berinisial PSH hanya dibuat-buat, tujuannya untuk menghambat karirnya terlihat moncer.

Agil mengakui pernah dimintai kamar oleh PSH di salah satu hotel. Menurut dia, itu adalah ajakan PSH untuk check-in bersama.

"Masuk di dalam kamar hotel, ada bukti, chatnya dia, telepon dia ke saya," tegas Agil, sembari memperlihatkan bukti-bukti yang ia simpan.

Baca Juga: Mahasiswa UNU Blitar Gelar Aksi, Minta Dosen Pelaku Kekerasan Seksual Dipecat

Diketahui, Sidang yang dijalani Komisioner Bawaslu Surabaya Agil Akbar ini tercatat dalam nomor perkara 192-PKE-DKPP/VIII/2024, terkait tindakan asusila.

Sebelummya, saat sidang kode etik itu berlangsung, sejumlah masa yang tergabung dalam Aliansi Suara Perempuan untuk Keadilan menuntut pemecatan Komisioner Bawaslu Surabaya itu.

Mereka mengecam dugaan asusila yang dilakukan Agil, segera diproses. Mereka juga membawa sejumlah spanduk dan poster berisikan kecaman.

"Badan Pengawas Pemilu bukan pemuas nafsu,” tulis salah satu poster yang mereka bawa. 

Baca Juga: Polres Malang Ungkap Pencabulan Berkedok Pengobatan Alternatif di Gedangan

"Pecat predator seksual,” bunyi poster lainnya. 

Tuntutan pendemo pada Agil Akbar (foto: Ni'am/jatimnow.com)Tuntutan pendemo pada Agil Akbar (foto: Ni'am/jatimnow.com)

"Sangat disayangkan pejabat atau penyelenggara negara menggunakan jabatannya untuk memperdaya atau menipudaya korban perempuan dengan janji sembarang kalir (segala cara), sampai seorang perempuan dapat tiduri,” kata Fajar Kurnia selaku perwakilan Aliansi Suara Perempuan untuk Keadilan kepada wartawan.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.