Senin, 15 Jun 2026 19:40 WIB

Cerita Khofifah saat Blusukan ke Pasar Keputran Surabaya

Pedagang Pasar Keputran menyapa Khofifah (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Pedagang Pasar Keputran menyapa Khofifah (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Calon Gubernur Jatim 2024 Khofifah Indar Parawansa menyapa pedagang dan pembeli di Pasar Keputran, Surabaya, Kamis (10/10/2024) dini hari. 

Blusukan pasar Ketum Muslimat NU kali ini menjadi kesempatan para pedagang untuk curhat dan berkeluhkesah. Mulai dari pedagang grosir hingga eceran. 

Baca Juga: Revitalisasi Pasar Keputran: Tambahan 60 Stan Baru, Area Kering - Basah Dipisah

Mendapati respon tersebut, Khofifah menghampirinya satu persatu. Mencoba mendengar dan melempar pertanyaan tentang kebutuhan pedagang, sekaligus mengecek langsung harga-harga bahan pokok di pasaran.

Khofifah juga terlihat diiringi oleh relawan. Sembari blusukan memasuki area pasar, Khofifah beberapa kali memboyong cabai, bawang merah, kentang, dan aneka sayur-sayuran.

Tujuannya, untuk mengecek langsung harga pasaran di tingkat grosir dan eceran di pasar tersebut. Saat ditemui, Khofifah mengaku, harga cabai di Pasar Keputran tergolong stabil, bahkan cenderung turun, begitupun kentang, dan kol.

"Kalau kentang relatif stabil, kubis relatif stabil, kemudian bawang merah ini juga cukup stabil dan cenderung turun," ujar Khofifah, kepada wartawan.

Baca Juga: Jejak Literasi ke Aksi, Refleksi Kepemimpinan Perempuan Dini Rahmania

Khofifah saat mengecek stabilitas bahan pokok di Pasar Keputran (foto: Ni'am/jatimnow.com)Khofifah saat mengecek stabilitas bahan pokok di Pasar Keputran (foto: Ni'am/jatimnow.com)

Khofifah menambahkan, saat mengecek langsung stabilitas harga, dirinya juga dicurhati pedagang tentang kurangnya kelayakan sarana dan prasarana Pasar Keputran. Mereka meminta agar fasilitasnya diperbarui menjadi selayaknya pasar induk.

"Harapan mereka tadi bahwa, buk pasar tradisional tolong jangan diganggu. Artinya jangan sampai diobrak, itulah kira-kira harapan mereka, karena ini ritme roda ekonomi bergerak dari sore sampai pagi disini," jelas Khofifah, mengisahkan keluhan pedagang.

Baca Juga: Khofifah Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Surabaya 2026

Khofifah berjanji, keluhan pedagang akan segera dikoordinasikan dengan wali kota Surabaya. Agar segera diserap menjadi program pembangunan selanjutnya.

"Pasti ini akan di koordinasikan dengan wali kota Surabaya, supaya perlindungan pada pasar-pasar tradisional, pasar induk ini terus bisa terproteksi dan beberapa hal, seperti infrastrukturnya juga dibenahi, ditingkatkan," pungkasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.