Kamis, 18 Jun 2026 22:33 WIB

Pimpinan Ponpes di Trenggalek Enggan Akui Perbuatannya Hamili Santri

Tersangka saat dipindahkan ke Rutan Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Tersangka saat dipindahkan ke Rutan Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Meski telah berstatus sebagai tersangka, S (52) pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Kampak, Kabupaten Trenggalek tetap bersikukuh tak bersalah. Dia tidak mau mengakui aksi bejatnya yang menyebabkan seorang santriwati hamil.

Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Zainul Abidin memastikan proses penyidikan terhadap tersangka S terus dilakukan. Saat ini tersangka sudah dipindah ke Rutan Kelas IIB Trenggalek.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Itu adalah hak dari tersangka untuk tetap menolak melakukan tindak persetubuhan terhadap korban," ujarnya, Rabu (9/10/2024).

Pihak tersangka juga telah mengajukan saksi untuk meringankan. Dimana saksi yang diajukan berasal dari teman korban satu kamar dan pengasuh pondok. Total terdapat 4 saksi yang diajukan untuk meringankan tersangka.

“Ada empat saksi yang diajukan untuk meringankan tersangka. Yakni 2 saksi teman satu kamar korban dan 2 pengasuh pondok," paparnya.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Polisi juga memberikan hak tersangka dalam hal pemeriksaan kesehatan. Tersangka dalam kondisi sehat dan hanya memerlukan vitamin untuk menjaga stamina tubuh.

Sebelumnya tersangka sempat dibawa ke rumah sakit usai menjalani pemeriksaan polisi.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Kondisi tersangka baik, hanya perlu diberikan vitamin untuk menjaga stamina tersangka," pungkasnya.

Sebelumnya tersangka S selaku pimpinan pondok pesantren diduga telah melakukan persetubuhan terhadap santriwati hingga hamil. Hingga proses kasus berjalan, korban telah melahirkan seorang anak yang kini berusia 2 bulan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.