Selasa, 16 Jun 2026 04:24 WIB

Ini Penjelasan Pria yang Dituduh Tipu Calon TKI yang Gagal ke Korsel

  • Penulis : Mita Kusuma
  • | Selasa, 25 Sep 2018 21:53 WIB

jatimnow.com - Seorang pria berinisial Y dilaporkan oleh puluhan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo kepada polisi.

Para calon TKI itu menuduh Y menipu mereka karena tak kunjung diberangkatkan ke Korea Selatan.

Baca Juga: Korea Selatan Comeback dan Tekuk Republik Ceko di Laga Awal Piala Dunia 2026

Menanggapi laporan itu, Y membantah tuduhan itu.

"Saya ini juga korban, saya juga kena tipu," katanya kepada jatimnow.com, di rumahnya, Selasa (25/9/2018).

Y bercerita sebetulnya dia bukanlah agen penyalur TKI, tapi hanya pendidik bahasa Korea.

Menurutnya, pada tahun 2015 ada beberapa anak didiknya yang ingin berangkat ke Korea sebagai tenaga kerja.

Banyak yang memintanya mencarikan perusahaan yang bisa memberangkatkan tanpa tes.

"Mereka berani membayar berapapun," terangnya.

Atas desakan itulah, dia lalu mencari-cari perusahaan yang bisa memberangkat murid-muridnya ke Korea Selatan.

Lalu, kemudian dia bertemu dengan PT KA Plus Indonesia Jakarta Selatan yang dipimpin oleh seseorang berwarganegara Korea Selatan.

"Siswa saya pun mendaftar," klaimnya.

Bahkan, Lembaga Pendidikan Bahasa Korea (LPBK) Korindo dijadikan tempat untuk mendaftar.

"Saya garis bawahi, Korindo hanya penyedia tempat dan bukan perusahaan penyalur tenaga kerja hanya tempat les bahasa Korea," katanya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dia hanya mengaku jika uang dari 40 siswanya sebelum disalurkan ke PT KA Plus Indonesia terlebih dahulu masuk kepadanya.

"Saya juga ditipu. Saya memberikan uang yang sudah masuk ke saya. Beberapa juga ada yang saya tomboki. Totalnya sebesar Rp 1 M," urainya.

Merasa ditipu oleh PT KA Plus Indonesia, dia telah mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri di Jakarta Selatan dan sudah ada putusan.

"Sudah ada putusan, sesuai Nomor 369 PDT/2016 PN Jaksel bahwa gugatan Perdata dirinya bersama 16 orang lainnya terhadap PT KA Plus Indonesia dikabulkan," bebernya.

Ia menjelaskan, PT KA Plus Indonesia sudah diblokir nomor rekeningnya dan harus membayar uang sebesar Rp 25 miliar.

Akan tetapi menurutnya, belum ada pengembalian dari perusahaan tersebut.

"Saya juga korban. Tidak hanya yang melaporkan ke Polres kemarin saja yang korban," tambahnya

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ia juga mengeklaim jika sudah mengembalikan sebagian uang siswanya yang disetorkan kepada PT KA Plus Indonesia.

Dia juga akan melayani mereka yang menuntut uangnya kembali.

"Tapi caranya yang sopan lah. Dari semuanya saya sudah mengembalikan uang milik 23 orang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Ponorogo melaporkan pria yang mengaku sebagai agen penyalur tenaga kerja ke luar negeri.

Puluhan orang tersebut merasa tertipu, karena sudah menyetor sejumlah uang, namun gagal diberangkatkan ke Korea Selatan (Korsel) oleh pria berinisail Y.

"2015 lalu saya ditawari Y kerja magang di Korea Selatan, bekerja di salah satu pabrik. Ya saya tertartik," kata Wahyudi, salah satu korban kepada jatimnow.com, Senin (24/9/2018).

Editor : Edwin Fajerial
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.