Sabtu, 20 Jun 2026 01:55 WIB

Alumni Bumbung Kosong dan Petani Dukung Deny - Mudawamah di Pilbup Kediri

Deklarasi alumni Bumbung Kosong untuk Deny-Mudawamah. (Foto: Bima for jatimnow.com)
Deklarasi alumni Bumbung Kosong untuk Deny-Mudawamah. (Foto: Bima for jatimnow.com)

jatimnow.com - Alumni Bumbung Kosong menggelar deklarasi dukungan untuk pemenangan Deny Widyanarko - Mudawamah dalam Pilbup Kediri 2024, Senin (7/10/2024). Membawa modal 26 persen suara, mereka siap memenangkan pasangan nomor urut 1 tersebut.

Untuk diketahui, alumni Bumbung Kosong merupakan sebuah kelompok relawan pejuang demokrasi yang muncul karena keresahan atas hegemoni kekuasaan yang melahirkan calon tunggal di Pesta Demokrasi Kabupaten Kediri periode sebelumnya.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Ada dua hal yang kemudian melatarbelakangi alumni Bumbung Kosong ini untuk hadir merapatkan barisan dan memberikan dukungan terhadap pasangan yang diusung oleh Partai PKB dan NasDem tersebut. Mereka menilai jika hadirnya Deny-Mudawamah menjadi angin segar bagi demokrasi di Bumi Panjalu.

“Bagi kami ini adalah angin segar bagi demokrasi di Kabupaten Kediri, maka bagi kami dua partai yang mengusung Mas Deny ini (PKB dan NasDem) perlu didukung. Karena tanpa itu, demokrasi Kediri pasti akan selesai dan kembali tak sehat,” kata Ketua alumni Bumbung Kosong Rahmat Mahmudi.

Selain sebagai penyelamat demokrasi, program pasangan nomor urut 1 itu juga dinilai mampu menyentuh masyarakat. Terutama 300-500 juta per dusun per tahun yang sangat efektif menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat bawah tanpa adanya proses birokrasi yang panjang dan berbelit.

“Selama ini kalau kita jeli, musrenbang yang terjadi itu tidak bisa mengakomodir aspirasi di tingkat bawah, masyarakat banyak yang mengeluh,” terang Rahmat.

“Usulan banyak, namun begitu usulan sampai di kecamatan sudah mulai hilang, sampai kabupaten hilang lagi. Nah, dengan adanya program Mas Deny-Mudawamah ini dengan 300-500 juta per dusun per tahun, itu akan memangkas birokrasi, prosedur seperti itu tidak perlu sampai ke sana lagi, di mana masyarakatlah yang memiliki peranan usulan dan menentukan kebutuhan apa yang perlu direalisasikan di masing-masing dusun itu sendiri melalui program 300-500 juta per dusun tersebut,” sambungnya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Dalam deklarasi ini, Rahmat mengaku membawa modal 26 persen suara hasil Pilkada silam. Di tambah elemen Deny dan Mudawamah sebagai Ketua Muslimat Kabupaten Kediri, Rahmat yakin mampu memenangi Pilkada tahun ini dengan perolehan 60-65 persen.

“2020 kita memiliki catatan ada 26 persen, tetapi maaf waktu itu kita tahulah Pemilu kita tidak pernah bisa bersih. Tiba-tiba hasil akhir itu hanya 23 persen. Oke lah, 23 atau 26 persen itu, its oke lah. Tapi itu menunjukkan bahwa ada perlawanan masyarakat terhadap calon tunggal,” jelas Rahmat.

“Sehingga, insya Allah kalau boleh saya katakan, matematis aja ya, Mas Deny sudah punya 26 persen dari Bumbung Kosong. Nah ke depan Mas Deny dan Bu Mudawamah memiliki elemen-elemen dukungan lainnya. Kami yakin seyakin-yakinnya bahwa Mas Deny-Bu Mudawamah ini bisa menang,” tandasnya.

Sementara itu, Deny menyambut baik dukungan ini. Dukungan tersebut menurut calon bupati dengan ciri khas blangkon ijo itu menjadi semangat untuk memenangkan kontestasi ini.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

“Saya bersyukur karena relawan Bumbung Kosong yang memperjuangkan demokrasi di Kediri menemukan tempatnya dengan mendukung saya. Saya berterimakasih, ini menjadi tambahan support semangat saya untuk semakin optimis dalam memenangkan kontestasi Pilkada,” tegasnya.

Selain dari unsur alumni Bumbung Kosong, di momen acara yang sama, ratusan petani Kabupaten Kediri juga menyatakan sikap untuk mendukung dan memenangkan pasangan Deny-Mudawamah sebagai calon bupati dan Wakil Bupati Kediri.

Para petani ini menilai, jika  Deny-Mudawamah adalah figur yang tepat dalam memimpin roda pemerintahan di Kabupaten Kediri dan diharapkan dapat mensejahterakan masyarakat dan petani.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.