Senin, 22 Jun 2026 17:46 WIB

Warga Jember Ajak Hendy - Gus Firjaun Sepakati Kontrak Politik Penolakan Tambang

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 06 Okt 2024 12:07 WIB
Masyarakat kontrak politik penolakan tambang dengan (Foto: HSC for jatimnow.com))
Masyarakat kontrak politik penolakan tambang dengan (Foto: HSC for jatimnow.com))

jatimnow.com - Kontrak politik penolakan tambang emas disepakati Paslon Hendy Siswanto - KH. Muhammad Balya Firjaun Barlaman membuat masyarakat Silo Jember merasa tenang.

Keinginan masyarakat mengajukan kontrak politik dengan Paslon 1 Hendy - Gus Firjaun, kembali diajukan untuk kedua kalinya.

Baca Juga: Sertijab Bupati Jember, Gus Fawait Sampaikan Ini pada Hendy dan Gus Firjaun

Sebelumnya, telah dilakukan saat menjelang Pilkada 2020 dan berlangsung aman setelah Hendy - Gus Firjaun menjabat pertama kalinya.

"Kontrak politik sangat dibutuhkan masyarakat. Masyarakat merasa tenang, karena ada kekuatan pemerintah hadir dan ikut menolak tambang," kata Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ulum 2 KH. Farid Mujib, ditulis Sabtu (5/10/2024).

Farid menegaskan, kontrak itu bentuk politisasi masyarakat dan bukan kemauan dari Paslon Hendy - Gus Firjaun.

"Itu ide tokoh-tokoh masyarakat waktu saya mengumpulkan masyarakat. Tokoh masyarakat memohon pemerintah hadir menolak tambang," ungkapnya.

Penandatanganan kontrak politik pembaharuan itu dilakukan di Ponpesnya.

"Alhamdulillah, Pak Hendy dengan Gus Firjaun mau. Jadi penolakan tambang itu sudah dilakukan sejak periode pertama," katanya.

Farid mengaku, kontrak politik itu urgen untuk memastikan bupati dan wakil bupati mengambil inisiatif di depan, untuk menolak tambang emas di Silo tanpa menunggu rakyat bergerak seperti pada 2018.

Baca Juga: Pimpin Jember, Gus Fawait Akan Gandeng Bupati Terdahulu

"Bu Faida (mantan bupati) masih harus didemo masyarakat. Setelah didemo, baru ada gerakan, pemerintah hadir," ucapnya.

Saat itu penambangan emas di Silo nyaris terlaksana, karena Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral sudah mengeluarkan lampu hijau.

"Alhamdulillah, masyarakat kompak menolak," ujar Farid.

Belajar dari peristiwa aksi besar-besaran penolakan tambang emas, warga Silo berinisiatif menyodorkan kontrak politik kepada calon bupati dan wakil bupati peserta Pilkada 2020.

"Pemerintah hadir ikut menolak bersama masyarakat. Tidak usah demo," kata Farid.

Baca Juga: Gus Firjaun Resmi Jabat Plt Bupati Jember

Saat itu, Hendy-Gus Firjaun menandatangani kontrak politik sangat membantu ketenangan masyarakat Silo.

"Masyarakat merasa tenang karena pemerintah hadir menolak tambang," akunya.

Pasangan ini pun berhasil membuktikan janjinya, dengan tidak adanya kebijakan penambangan emas selama periode pertama pemerintahan.

"Masyarakat merasa tenang, tidak ada informasi soal tambang lagi. Masyarakat khusnuzon kepada pemerintah bahwa pemerintah menolak pertambangan," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.