Sabtu, 20 Jun 2026 08:49 WIB

4 Negara Tampil di SWCF 2024, Momen Pamer Budaya Surabaya ke Kancah Dunia

Patron SWCF, Herlina Harsono Njoto saat menabuk gong tanda dimulainya SWCF 2024 (Foto: SWCF for jatimnow.com)
Patron SWCF, Herlina Harsono Njoto saat menabuk gong tanda dimulainya SWCF 2024 (Foto: SWCF for jatimnow.com)

jatimnow.com -  Kekayaan seni dan budaya di Surabaya menarik banyak pihak untuk menggali dan mengenalnya lebih dalam. 

Hal ini menjadi salah satu alasan Bandung Choral Society bekerja sama dengan Pemkot Surabaya untuk menggelar kompetisi paduan suara di Surabaya dengan tema Surabaya World Choir Festival (SWCF) 2024.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Ajang kompetisi bernyanyi yang menghadirkan penyanyi solo dan paduan suara berbakat dari Indonesia maupun internasional tersebut digelar pertama kalinya di Kompleks Balai Pemuda Surabaya ini menghasilkan sejumlah talenta berbakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Ajang SWCF ini mendapat antusias dari penggiat paduan suara. Dihadiri oleh 4 negara partisipan dari Korea Selatan, Malaysia, Filipina, dan peserta yang datang dari 11 provinsi Indonesia.

Ada dari Bali (3 orang solo), Yogyakarta (3 tim), DKI Jakarta (1 orang solo), Jawa Barat (1 solo 2 tim), Jawa Tengah (2 solo 3 tim), Jawa Timur (14 solo 13 tim), Kalimantan Tengah (3 solo 1 tim), Kalimantan Timur (1 tim), Lampung (1 tim), Sulawesi Barat (1 tim), dan Sulawesi Selatan (1 tim).

Direktur Artistik SWCF, Tommyanto Kandisaputra mengatakan, The 1st SWCF tidak hanya menjadi panggung untuk menampilkan keindahan nyanyian, tetapi juga sebagai sarana untuk mempererat hubungan komunitas paduan suara di Jawa Timur melalui seni dan budaya.

“Selain itu, harapannya festival ini dapat membuka pintu bagi komunitas internasional untuk datang dan mengenal Kota Surabaya,” ujar Tommy, dalam siaran resminya, Rabu (2/10/2024).

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengapresiasi gelaran SWCF untuk pertama kalinya di Surabaya. Sebagai Kota Metropolis, Surabaya kaya akan seni dan budaya. 

"Saya menyambut datangnya peserta yang akan mengikuti festival ini di Kota Pahlawan dengan tangan terbuka. Harapannya semua peserta dapat menikmati keindahan Kota Surabaya dan keramahan penduduknya," kata Eri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara Patron SWCF, Herlina Harsono Njoto beharap, hadirnya SWCF di Surabaya bisa berdampak positif bagi sektor periwisata. 

Termasuk di dalamnya sektor-sektor pendukung seperti perhotelan dan keberadaan UMKM sehingga bisa menumbuhkan ekonomi lokal Surabaya.

"Oleh sebab itu, hadirnya festival ini di Kota Surabaya tidak hanya menawarkan panggung seni yang memukau, tetapi juga pengalaman wisata yang kaya dengan perpaduan antara arsitektur kota tua, pusat perbelanjaan modern, dan aneka ragam kuliner. Sehingga Surabaya bisa lebih dikenal di dunia intenasional,” kata Herlina.

Anggota DPRD Surabaya ini juga berhadap, SWCF mampu menjadi wadah edukasi dan pertukaran budaya bagi para peserta.

"Ini menarik, para peserta bisa saling mengenal budaya masing-masing,'' katanya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Arranger atau pengarah SWCF Dinar Primasti juga mengatakan, choir atau padua suara di Surabaya banyak memiliki bakal prestasi internasional. 

Hal ini bisa membawa nama baik Surabaya dan Indonesia ke dunia intenasional. Imbasnya, kata dia, dengan gelaran SWCF para pelaku di dunia choir (juri/ conductor/ penyanyi) bisa mengenal lebih dekat Surabaya, kota asal choir-choir juara.

“Saya rindu SWCF ini akan bisa rutin diadakan, entah setahun sekali atau dua tahun sekali,” katanya.

Sementara untuk dewan juri pada ajang The 1 st SWCF terdiri Tommyanto Kandisaputra (Indonesia), Lee Shiak Yao (Malaysia), Maria TheresaVizconde-Roldan (Philippines), Gunyoon Lee (South Korea), Luciana D Oendoen (Indonesia), dan Daud Kosasih (Indonesia).

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.