Minggu, 07 Jun 2026 17:31 WIB

Beraksi di Taman Bungkul, Jambret ini Didor

  • Penulis :
  • | Selasa, 25 Sep 2018 18:08 WIB
Ahmad Habib Mudhofar (tengah) saat diamankan di Mapolsek Wonokromo.
Ahmad Habib Mudhofar (tengah) saat diamankan di Mapolsek Wonokromo.

jatimnow.com – Seorang jambret yang melancarkan aksinya di Taman Bungkul, Jalan Raya Darmo Surabaya, akhirnya ditembak polisi di Jalan Diponegoro.

Tindakan tegas itu dilakukan oleh pihak kepolisian lantaran saat hendak ditangkap, ia melakukan perlawanan dengan menendang dan menabrak sejumlah polisi yang menghadangnya.

Baca Juga: Dua Bulan Operasi, 192 Bandit Jalanan Surabaya Dikerangkeng

Jambret itu bernama Ahmad Habib Mudhofar (25) asal Bringin, Taman, Sidoarjo. Dia ditembak dan ditangkap pada Minggu (23/9/2018) dini hari usai menjambret tas milik Inda Hijriyah (31) warga Wonokromo. Saat itu, korban dibonceng suaminya melintas di depan Taman Bungkul.

"Sebenarnya saat itu pelaku bersama temannya. Tapi temannya yang tugasnya sebagai joki berhasil kabur saat tim kami menghadangnya," sebut Kapolsek Wonokromo, Kompol Rendy Surya, Selasa (25/9/2018).

Sedangkan Habib yang bertindak sebagai eksekutor terpaksa ditembak kakinya setelah dia dan sang joki motor mencoba menabrak dan menendang anggota Reskrim Polsek Wonokromo yang menghadangnya. "Sang joki masih kami buru," tegas Rendy.

Dari pemeriksaan Habib, terungkap bahwa temannya yang bertugas sebagai joki berinisial WW alias Tato.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo, Iptu Ristitanto menjelaskan, Habib merupakan pelaku yang selama ini diburunya. Habis Cs biasa beraksi di sekitar Taman Bungkul. Tercatat, lebih dari 2 kali mereka beraksi di sana.

Baca Juga: Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

"Tembakan peringatan ke udara kami tidak dihiraukan pelaku. Malah menabrak dan menendang anggota. Darisanalah kami menindak tegas (menembak kaki) pelaku," ungkap Risti.

Dari penangkapan Habib, Risti dan timnya juga menyita sejumlah barang bukti, diantaranya uang Rp 200 ribu, KTP, kartu ATM, SIM C, kartu BPJS, kartu NPWP, STNK motor Honda Scoopy, dan satu handphone merek Samsung J7 Prime.

Penangkapan itu sendiri, lanjut Risti, bermula saat timnya berpatroli di wilayah Jalan Diponegoro. Saat itu, ada informasi dari handy talki (HT) bahwa ada penjambret di Taman Bungkul yang kabur ke arah Jalan Diponegoro.

Makanya, polisi langsung melakukan penghadangan hingga akhirnya satu pelaku dilumpuhkan. "Kami masih kembangkan kasusnya untuk mengungkap TKP lainnya," pungkas Risti.

Baca Juga: Sindikat Mobil Bodong dan STNK Palsu Jaringan Pasuruan-Surabaya Dibongkar

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Tema "Aku Arek Suroboyo" dipilih untuk menegaskan identitas Bung Karno sebagai putra daerah yang tumbuh dan ditempa di Surabaya sebelum menjadi tokoh besar Indonesia.

1.232 Atlet Taekwondo Bertarung di Ksatria Nusantara PBTI Series Kediri

Para atlet diharapkan dapat menjadi bibit-bibit terbaik Indonesia yang akan mewakili bangsa pada berbagai ajang internasional.

Menkop Bantah Isu Jual Beli Titik Koperasi Merah Putih, Sempat Viral di Kediri

Menkop Ferry menargetkan seluruh bangunan Koperasi Merah Putih, gerai usaha, serta fasilitas pendukung koperasi desa dapat selesai pada Agustus mendatang.

Turnamen Gerindra Cup U17 di Kediri Dimulai, Wadah Pembinaan Pesepakbola Muda

“Saya berharap dari stadion (Brawijaya) ini akan lahir pemain-pemain handal yang nantinya bisa memperkuat Indonesia," kata Anwar Sadad.

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.