Selasa, 16 Jun 2026 09:07 WIB

Mimpi Bupati Baru, Menjadikan Magetan Seperti Surabaya

Bupati Magetan Suprawoto seusai pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Senin (24/9/2018).
Bupati Magetan Suprawoto seusai pelantikan di Gedung Negara Grahadi, Senin (24/9/2018).

jatimnow.com - Bupati Magetan Suprawoto memang tidak akan membuat program 100 hari kerja. Namun, ia mengaku sudah mengantongi program jangka pendek untuk menata fisik, bahkan ia akan menjadikan Kota Magetan yang unik agar masyarakat tertarik berkunjung ke kabupaten itu.

"Kota Magetan akan saya jadikan kota yang sangat nyaman untuk ditinggali. Ramah orang-orangnya, kotanya bersih bisa membuat betah yang tinggal. Saya membayangkan banyak bunga, harus disulap bayangannya, Surabaya aja bisa, masak Magetan yang dingin tidak bisa," ujar Suprawoto usai dilantik menjadi Bupati Magetan oleh Soekarwo di Gedung Negara Grahadi, Selasa (24/9/2018).

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Menurutnya, selama ini di Magetan tidak ada bunga yang banyak seperti di Surabaya yang banyak taman berisi bunga-bunga. Ia akan menghidupkan suasana Magetan yang dulunya banyak tumbuh bunga.

"Ini akan kami hidupkan kembali, saya yakin itu akan terus dilakukan. Tapi harus difokuskan ke kota dan tempat wisata terlebih dahulu, dipercantik oleh taman bunga yang indah di pusat Kota Magetan dan di tempat wisata," imbuhnya.

Selain itu, ia juga akan menguatkan kembali kerajinan kulit yang terkenal selama ini. Ia pun mengaku akan menggandeng para ahli desain produk untuk memasarkan kerajinan tersebut.

"Di Magetan masih ada kerajinan kulit, di sana masih banyak. Tapi saya menangkap keluhan bahwa produk di sana sebenarnya kuat, tapi desainnya kurang kekinian, kurang mengikuti perkembangan. Nanti saya kerjasama dengan ahli desain produk untuk menangani itu," tutur pensiunan Birokrat ini.

Baca juga: Dilantik, Bupati Magetan Langsung 'Tancap Gas' Wujudkan Mimpi Warga

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Untuk program jangka panjang yang ia lakukan, harapannya masyarakat bangga dengan Magetan, bangga menjadi warga Magetan. Meskipun hal itu memerlukan proses yang cukup panjang.

Suprawoto mengatakan walaupun memimpin Kota Magetan yang merupakan daerah kecil, namun ia berharap mampu memberikan makna bagi semua orang.

"Ada kata-kata teman saya yang bisa meluluhkan hati saya. Negeri ini sebagian di kuasai oleh orang yang kurang baik, karena yang baik pada diam saja. Jadi kita harus turun. Kalau kita hanya mengkritik dan mencemooh, itu ndak menyelesaikan masalah. Walaupun kecil di daerah ndak apa-apa, lebih baik berbuat yang kecil tapi bermakna bagi semua orang," pungkasnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.