Jumat, 12 Jun 2026 20:54 WIB

Mengintip Keseruan Teatrikal Refleksi Perobekan Bendera di Surabaya

Cuplikan teatrikal perobekan bendera Belanda (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Cuplikan teatrikal perobekan bendera Belanda (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi tampil apik dalam Teatrikal Refleksi Perobekan Bendera Belanda yang digelar di depan Hotel Majapahit, Jalan Tunjungan, Minggu (22/9/2024) sore.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, teatrikal refleksi perobekan bendera Belanda pada 19 September 1945 kembali digelar untuk mengedukasi generasi muda supaya tidak lupa akan sejarah penting kemerdekaan Indonesia.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah

Acara teatrikal kali ini, menurutnya, banyak melibatkan anak muda atau remaja, khususnya pelajar SMA di Kota Pahlawan.

"Hari ini teatrikal perobekan Bendera Belanda menjadi Bendera Merah Putih. Sejarah jangan sampai lupa, sehingga kita melibatkan anak muda, khususnya siswa SMA. Tujuannya, supaya mereka mengetahui bahwa di sinilah Hotel Yamato yang kini dikenal sebagai Hotel Majapahit tempat perobekan bendera terjadi," ujar Eri.

Dalam acara teatrikal kali ini, Eri Cahyadi berperan sebagai Residen Sudirman. Ia tampil dengan penuh semangat dan berhasil menjadi pusat perhatian saat membacakan puisi berjudul Arek Suroboyo.

Lewat teatrikal tersebut, Eri menekankan pentingnya membangun Kota Surabaya lewat kolaborasi dan sinergi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Teatrikalnya berbeda setiap tahunnya, tapi cerita atau garis besarnya tetap sama. Ceritanya tetap sama hanya saja menuju teatrikal perobekan bendera itu dibuat berbeda-beda. Supaya masyarakat tidak bosan tapi semangatnya terus muncul bahwa Surabaya adalah tempat perobekan Bendera Belanda menjadi Bendera Merah Putih," sambungnya.

Melalui pertunjukan teatrikal ini, Eri berharap anak-anak muda di Surabaya memiliki semangat yang sama dengan para pejuang pendahulunya.

"Lewat teatrikal ini, saya berharap semangat kemerdekaan tertancap dalam jiwa anak muda," tutupnya.

Baca Juga: Motorola Solutions Resmikan Learning Center Baru di Surabaya

Di sisi lain, sutradara pertunjukan teatrikal refleksi perobekan Bendera, Heri Prasetyo menggungkapkan, pada pertunjukan tahun ini ada beberapa tambahan yang membuatnya berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Pria yang akrab disapa Heri Lentho itu menyebut bahwa pertunjukan tahun ini dibuka dengan suasana pasca-kemerdekaan. Lalu di awal teatrikal juga menampilkan adegan persekusi yang dilakukan pemerintah Hindia Belanda kepada wartawan Antara, Abdul Wahab kala itu.

"Ini yang berbeda dari tahun sebelumnya, ada adegan saat wartawan Abdul Wahab dipersekusi oleh Hindia Belanda, itu persekusi pertama kali. Bagaimana Abdul Wahab saat itu mengamankan foto-fotonya yang kini menjadi bukti dan saksi sejarah perobekan bendera," singkatnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.