Minggu, 21 Jun 2026 11:20 WIB

BPBD Ponorogo Salurkan 277 Ribu Liter Air Bersih Atasi Dampak Kekeringan

Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kepala Pelaksana BPBD Ponorogo, Masun. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo telah menyalurkan sedikitnya 277 ribu liter air bersih selama satu bulan terakhir. Hal ini adalah upaya mengatasi krisis air bersih akibat kekeringan di sejumlah wilayah.

Air bersih ini disalurkan untuk membantu 1.432 warga yang terdampak kekeringan di 7 dusun yang tersebar di 4 kecamatan.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

"Sejak Juli hingga akhir Agustus, kami sudah menyalurkan 277 ribu liter air bersih," ujar Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun, Rabu (18/9/2024).

Masun menjelaskan, air tersebut hanya berasal dari BPBD, belum termasuk bantuan dari instansi lainnya.

"Ini hanya dari BPBD. Kalau digabung dengan instansi lain, mungkin jumlahnya lebih besar," katanya.

Daerah yang terdampak kekeringan antara lain Dusun Krajan Tengah dan Dusun Bedog di Desa Wates, Kecamatan Slahung; Dusun Jenggring, Desa Duri, Kecamatan Slahung.

Serta beberapa dusun di Kecamatan Pulung, seperti Dusun Magersari, Dusun Sukun, dan Dusun Krajan di Desa Sidoharjo. Kekeringan juga melanda Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, serta Dusun Klatakan di Desa Belang, Kecamatan Bungkal.

Baca Juga: Krisis Air di Gaza, Teman Baik Selamatkan Ribuan Nyawa

"Dalam awal September, ada tambahan daerah yang terkena kekeringan, seperti Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Dusun Krajan di Desa Pangkal, Kecamatan Sawoo, dan Dusun Kroyo, Desa Gelang Kulon, Kecamatan Sampung," jelas Masun.

Dusun Dungus di Kecamatan Pulung menjadi wilayah yang paling parah terdampak krisis air bersih. Wilayah tersebut dihuni oleh 290 kepala keluarga (KK), jumlah terbanyak dibandingkan daerah terdampak lainnya.

"Kebutuhan air di Dusun Dungus paling banyak karena jumlah KK-nya paling besar," tambahnya.

Baca Juga: Sumur Warga Keruh dan Berbau Logam, Ketua DPRD Trenggalek Janji Cari Solusi

Masun juga menyebut bahwa kebutuhan minimal air bersih, berdasarkan standar Unesco, adalah 60 liter per orang per hari untuk keperluan minum dan memasak.

"Itu jumlah minimal, hanya untuk minum dan memasak," kata Masun, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dipertahankan).

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.