Senin, 22 Jun 2026 22:11 WIB

Tingkatkan Fungsi Pendamping Desa, Bakesbangpol Jatim Gelar Apel di Bojonegoro

Bangkesbangpol Provinsi Jawa Timur menggelar apel kebangsaan bersama Pendamping Desa di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Bakesbangpol Jatim)
Bangkesbangpol Provinsi Jawa Timur menggelar apel kebangsaan bersama Pendamping Desa di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro. (Foto: Bakesbangpol Jatim)

jatimnow.com - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bangkesbangpol) Provinsi Jawa Timur menggelar apel kebangsaan bersama Pendamping Desa di Alun-Alun Kabupaten Bojonegoro, Selasa (17/9/2024).

Kegiatan sinergitas bersama Kementerian Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi tersebut dalam rangka untuk meningkatkan peran dan fungsi Pendamping Desa melaksanakan pembangunan desa di wilayah Jawa Timur.

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Seskretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemendes PDTT, Dr. Rosyid Althaf, M.Si. MP yang dalam acara apel tersebut menyampaikan peta jalan pendamping dan pendampingan desa.

Menurutnya, desa menjadi basis sosial yang memupuk tradisi solidaritas, kerja sama, swadaya dan gotong royong secara inklusif dan melampaui batas batas eksklusif.

Sebab itu, Pendamping Desa dalam prosesi pendampingan harus menyadari bahwa desa memiliki kekuasaan dan pemerintahan yang didalamnya terdapat otoritas dan akuntabitas untuk mengaturs masyarakat desa.

"Pendamping desa dihadirkan bukan mengambil alih tugas dan peran pemerintah desa, akan tetapi menjadi mitra kerja pemerintah desa dalam membambangun kesejahteran masyarakat dan kemandirian desa," ungkap Rosyid di hadapan ratusan Pendamping Desa dari 15 kabupaten se-Jawa Timur.

Baca Juga: Hari ke 4 Lebaran, Jalur Babat–Bojonegoro Macet di Simpul Tugu Wingko

Lebih lanjut, Rosyid mengingatkan Pendamping Desa untuk tidak hanya menjalankan rutinitas administrasif saja. Namun harus menjadi penggerak dalam pembangunan desa dengan menjalankan berbagai pertemuan masyawarah administratif.

"Harus hadir sebagai penggerak ekonomi lokal yang mampu menjalakan fungsi distribusi dan pelayanan dasar masyarakat," ujarnya.

Untuk itu, penggunaan dana desa tidak sekadar untuk belanja rutin desa, namun untuk pengembangan desa.

Baca Juga: Terungkap, Ini Biang Kerok Kelangkaan Gas LPG 3 Kg di Bojonegoro

"Dana Desa harus bisa menghasilakan pendapatan asli desa. Bukan sekedar menghabiskan Dana Desa,"katanya.

Apel Besar Kebangsaan bersama Pendamping Desa dihadiri oleh perwakilan dari Forkompimda Provinsi Jawa Timur dan perwakilan dari Forkompimda Kabupaten Bojonegoro.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.