Kamis, 18 Jun 2026 18:39 WIB

4 Tahun Pemkot Surabaya Gelontor 266.375 Seragam dan Perlengkapan Sekolah Gratis

Penyerahan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis. (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)
Penyerahan bantuan seragam dan perlengkapan sekolah gratis. (Foto: Humas Pemkot Surabaya for jatimnow.com)

jatimnow.com - Dalam empat tahun terakhir, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan bantuan berupa seragam dan perlengkapan sekolah secara gratis kepada 266.375 siswa.

Program ini dimulai sejak tahun 2021, dengan sasaran utama siswa dari jenjang SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta yang berasal dari keluarga miskin (gamis) maupun pra-gamis di Kota Pahlawan.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian dan intervensi dari Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi serta Wakil Wali Kota Armuji terhadap sektor pendidikan.

Tujuannya adalah untuk memastikan anak-anak dari keluarga tidak mampu mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik tanpa terbebani biaya untuk seragam dan perlengkapan sekolah.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh siswa dari keluarga tidak mampu tidak lagi merasa khawatir terkait kebutuhan seragam dan perlengkapan sekolah. Sejak 2021, kami sudah menjalankan program bantuan ini untuk mendukung pendidikan mereka,” ujar Wali Kota Eri Cahyadi, dalam siaran resminya, Jumat (13/9/2024).

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya itu berharap, bantuan ini dapat menjadi pendorong bagi siswa untuk terus semangat dalam belajar dan meraih cita-cita.

“Pendidikan adalah salah satu cara untuk mengentaskan kemiskinan. Saya berharap anak-anak Surabaya terus semangat belajar,” tuturnya.

Adapun jenis bantuan yang diberikan oleh Pemkot Surabaya itu meliputi seragam sekolah lengkap. Mulai dari seragam putih merah/putih biru, seragam olahraga, seragam batik, seragam pramuka, hingga sepatu. Selain itu, siswa juga mendapatkan tas sekolah serta perlengkapan lainnya seperti hasduk, topi, badge, ikat pinggang, dan kaos kaki.

“Kami juga melibatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dalam pembuatan seragam dan perlengkapan sekolah tersebut. Ini bertujuan agar roda perekonomian di Surabaya terus berputar,” kata Wali Kota Eri.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

Data Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya selama empat tahun terakhir, program bantuan ini menyasar 266.375 siswa. Pada tahun 2021, bantuan seragam dan perlengkapan sekolah diberikan kepada 48.314 siswa. Terdiri dari, 17.092 siswa SD Negeri, 4.624 siswa SD/MI swasta, 16.277 siswa SMP Negeri, dan 10.311 siswa SMP/MTs swasta.

Kemudian pada tahun 2022, jumlah penerima meningkat menjadi 108.132 siswa. Bantuan tersebut diberikan kepada 52.819 siswa SDN, 18.783 siswa SD/MI swasta, 24.442 siswa SMPN, dan 12.108 siswa SMP/MTs swasta.

Tak berhenti di sana, program ini terus berlanjut pada tahun 2023 dengan sasaran 55.504 siswa yang mendapatkan bantuan. Dengan rincian, 30.135 siswa dari SDN, 7.078 siswa SD/MI swasta, 11.853 siswa SMPN, serta 6.438 siswa SMP/MTs swasta.

Sedangkan pada tahun 2024, bantuan menyasar kepada 54.425 siswa. Rinciannya, 30.135 siswa SDN dan 7.174 siswa SD/MI swasta, dengan total 37.309 penerima di jenjang SD. Untuk jenjang SMP, bantuan menyasar kepada 10.207 siswa SMPN dan 6.909 siswa SMP/MTs swasta, dengan total 17.116 penerima.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Yusuf Masruh menuturkan, program ini merupakan bagian dari upaya pemkot untuk mengurangi angka kemiskinan dengan cara memberikan akses pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

“Bantuan ini merupakan bentuk investasi jangka panjang dalam pendidikan, untuk menyiapkan generasi emas Surabaya,” jelas Yusuf.

Yusuf menjelaskan bahwa bantuan seragam dan perlengkapan sekolah ini dirancang untuk meringankan beban keluarga miskin dalam membiayai pendidikan anak-anak mereka.

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap siswa dapat lebih fokus belajar tanpa harus memikirkan biaya seragam dan perlengkapan sekolah,” kata Yusuf.

Lebih dari itu, Yusuf menekankan bahwa program ini juga diharapkan mampu meningkatkan semangat belajar anak-anak di Kota Pahlawan. Sehingga mereka dapat terus berjuang meraih cita-cita tanpa terbebani oleh masalah ekonomi.

“Kami berharap bantuan ini dapat memicu semangat belajar siswa agar lebih fokus dan tidak terganggu dengan kebutuhan seragam,” pungkasnya. (ADV)

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.