Selasa, 16 Jun 2026 06:25 WIB

Warga Dungus Ponorogo Wadahi Air Hujan untuk Dikonsumsi

Warga Dungus Ponorogo menimba air sumur setelah hujan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Warga Dungus Ponorogo menimba air sumur setelah hujan. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Selama tiga hari terakhir hujan mengguyur merata di Kabupaten Ponorogo, termasuk di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, yang mengalami krisis air bersih.

Hujan ini membawa angin segar bagi warga yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. Warga memanfaatkan air hujan untuk kebutuhan mandi hingga konsumsi sehari-hari.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ahmad Rokim, salah satu warga, mengatakan bahwa meskipun hujan tidak terlalu deras, air yang terkumpul cukup untuk kebutuhan sehari-hari.

“Tiga hari hujan memang tidak deras, tapi lumayan bisa dapat pasokan air,” ujarnya, Jumat (13/9/2024).

Di rumahnya, Ahmad memasang talang di atas sumur untuk mengarahkan air hujan langsung masuk ke dalam sumur. Sebuah kain dipasang di ujung talang untuk menyaring air sebelum masuk sumur atu wadah yang lainnya.

Air hujan tersebut dimanfaatkan keluarga Ahmad untuk mandi, mencuci, hingga konsumsi sehari-hari.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Dia mengaku terpaksa menggunakan air hujan meski ada risiko kesehatan.

"Kalau ditanya tidak takut sakit? Ya, bagaimana lagi. Krisis air sudah parah. Dari pada ambil air dari sungai yang jaraknya lebih dari 1 Km," katanya.

Krisis air bersih di Dusun Dungus mulai terjadi sejak awal Agustus, membuat sebagian warga harus membeli air. Bantuan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) juga mulai datang, meskipun belum mencukupi

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Nur Farida, warga lain, menambahkan bahwa bantuan air dari BPBD hanya bertahan satu hingga dua hari.

“Bantuannya datang seminggu dua kali, jadi tidak cukup. Air hujan menjadi alternatif lain bagi kami," jelasnya.

Untuk diketahui, sebanyak 290 kepala keluarga di Dusun Dungus, Desa Karangpatihan, saat ini mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.