Sabtu, 20 Jun 2026 09:47 WIB

Ponorogo Masuk Musim Pancaroba, Waspada Krisis Air hingga Kebakaran

Ponorogo
Ponorogo

jatimnow.com - Kondisi udara di Ponorogo sangat menyengat dalam seminggu terakhir.

Maklum saja, suhu udara di luar ruangan siang hari jika dicek dengan termometer mencapai 35 derajat Celcius.

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Panas tersebut dirasakan mulai pukul 11.00 WIB sampai 15.00 WIB. Namun, malam akan berubah menjadi dingin sekali.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo, Setyo Budiono menjelaskan perubahan suhu tersebut pertanda memasuki musim pancaroba.

"Kalau kami menyebutnya pancaroba," katanya kepada jatimnow.com, Senin (24/9/2018).

Ia mengaku, hal itu sesuai dengan perkiraan cuaca yang dibagikan oleh Badan Metrologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) kepada BPBD.

Dalam prakiraan itu, musim kemarau akan berlangsung hingga akhir September.

"Itu cuma prediksi. Bisa mbleset ya. Tapi dari perubahan cuaca itu diperkirakan curah hujan turun di awal Oktober dengan intensitas rendah," ujarnya

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Budi mengatakan, perubahan suhu panas yang menyengat tersebut disertai angin yang bertiup cukup kencang pada malam harinya.

Ia membeberkan kemarau tahun ini terjadi lebih panjang dibanding tahun sebelumnya.

"Rawan krisis air bersih, rawan kebakaran, dan tentunya juga untuk kesehatan,’’ lanjut Budi

Sementara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sapto Djatmiko, mengatakan, meningkatnya suhu udara yang disebabkan polusi udara dari kendaraan bermotor masih dalam ambang normal.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

Ia menyebut polusi asap yang bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berpengaruh cukup besar terhadap meningkatkan suhu udara.

"Sekarang musim kemarau panjang, faktor alam dapat menjadi penyebab kebakaran hutan. Polusi asap yang disebabkan dari situ lebih cepat meningkatkan suhu udara," imbuhnya.

Pihaknya berharap warga turut serta menanam pohon di area pekarangan rumah dan persawahan. Hal itu dapat membantu mengurangi suhu udara panas yang menyengat.

"Paling tidak minimal satu rumah satu pohon. Kalau tidak memiliki pekarangan? Teknik hidroponik solusinya,’’ ungkapnya.

Editor : Edwin Fajerial
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.