Kamis, 18 Jun 2026 10:11 WIB

Tingkatkan Layanan Kesehatan, Mas Dhito Resmikan Gedung KRIS RSKK Pare

  • Penulis :
  • | Selasa, 10 Sep 2024 20:16 WIB
Mas Dhito saat meresmikan Gedung KRIS RSKK Pare. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito saat meresmikan Gedung KRIS RSKK Pare. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seiring capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito Himawan Pramana berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi warganya.

Guna memberikan kualitas layanan kesehatan bagi pasien yang menjalani rawat inap, bupati muda ini meresmikan gedung baru (Gedung A) Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) Pelem, Kecamatan Pare, Senin (9/9/2024) siang.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Gedung baru dengan kelas rawat inap standar (KRIS) ini dibangun empat lantai ditambah basement. Menyusul Gedung A, pembangunan juga masih berjalan untuk Gedung B dan C.

"Tadi saya telah lihat (Gedung A) lantai 4,3 dan lantai 2 telah terisi pasien, dan nanti ini pengerjaan Gedung B dan C akan selesai di Bulan Desember," katanya usai melakukan perasmian Gedung A.

Dengan terbangunnya Gedung A, B dan C di RSKK Pare itu, Mas Dhito berharap nantinya dapat lebih meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Hal itu menurut Mas Dhito karena RSKK Pare mencakup area yang cukup besar, sekitar 10 kecamatan terutama untuk wilayah Kabupaten Kediri bagian Timur.

"Dengan adanya gedung baru harapannya disusul juga dengan peningkatan kualitas SDM untuk melayani pasien-pasien," pesan Mas Dhito untuk RSKK.

Direktur RSKK Gatut Rahardjo secara mendetail mengungkapkan, gedung A yang dibangun dengan anggaran Rp55 miliar itu telah memenuhi 12 indikator kelas rawat inap standar yang ditetapkan kementrian kesehatan.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

Indikator yang dimaksud seperti bangunan, ventilasi, pencahayaan ruang dan kepadatan ruang. Dimana setiap kamar maksimal diisi empat tempat tidur. Setiap lantai menurut Gatut dilengkapi dengan ketersediaan obat, ruang gudang obat dan ruang pertemuan.

"Jumlah kamarnya 31 (full AC) dengan 113 tempat tidur, karena lantai empat itu kamarnya khusus sehingga jumlah tempat tidurnya tidak sebanyak lantai 1,2 dan 3," urainya.

Diterangkan, lantai 4 Gedung A tersebut dikhususkan untuk ruangan pasien dengan penyakit menular (infeksius). Struktur bangunan untuk lantai empat itu pun diakui berbeda dengan lainnya.

"Gedung B kita khususkan untuk kateterisasi jantung,  jadi (pasien) tidak perlu ke Malang, Tulungagung, kita buat di situ Desember ini InsyaAlloh selesai," terangnya.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

Adapun Gedung B yang dimaksud nantinya dibuat di sebelah barat Gedung A dengan bangunan lima lantai untuk empat ruang rawat dan basement. Khusus untuk kateterisasi jantung berada di lantai empat, kemudian juga disediakan satu lantai untuk VIP.

"Untuk Gedung C nanti 6 lantai (termasuk basement) karena nanti kamar operasi ada dua lantai di lantai 5 dan 6. Nantinya basement nyambung Gedung A, B dan C," ungkap Gatut.

Selain peresmian gedung KRIS, dalam kesempatan itu juga diadakan penyerahan surat keputusan (SK) pengangkatan pegawai tetap Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) untuk tenaga kesehatan.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.