Selasa, 23 Jun 2026 01:44 WIB

Dampak Kekeringan di Munggu Ponorogo, Warga Jalan Kaki 2 Km Cari Air ke Hutan

Misenah warga Desa Munggu, Ponorogo, terpaksa berjalan ke hutan untuk mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda desa mereka. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Misenah warga Desa Munggu, Ponorogo, terpaksa berjalan ke hutan untuk mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda desa mereka. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kemarau panjang melanda Dusun Bungur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo. Wilayah tersebut kekeringan hingga mengalami krisis air bersih yang parah.

Warga setempat kini terpaksa berjalan kaki ke dalam hutan untuk mendapatkan air bersih. Pasalnya, sumur-sumur di desa mereka sudah mengering.

Baca Juga: Satu Abad Gontor: Wamenag Puji Peran Pesantren Cetak Generasi Mendunia

Beberapa warga terlihat bersiap-siap menuju hutan untuk mencari air, Selasa (3/9/2024). Aktivitas ini telah mereka lakukan selama dua bulan terakhir, dengan jarak tempuh hingga 2 kilometer.

"Setiap kemarau, kami harus berjalan kaki untuk mengambil air. Hari ini saya pergi bersama cucu saya, karena tidak ada yang menjaga di rumah. Sambil menggendong cucu, saya juga membawa pulang air,” ujar Misenah, salah satu warga Desa Munggu.

Misenah menjelaskan bahwa air yang diambil dari hutan digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari memasak, minum, mencuci, hingga mandi. Namun, dia juga mengakui bahwa air yang didapatkan seringkali tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Probolinggo Salurkan 6.000 Liter Air Bersih untuk Warga Tegalwatu

“Krisis air bersih sudah berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Jika ditanya cukup atau tidak, jawabannya tentu tidak cukup,” ungkapnya.

Kepala Dusun Bungur, Tukimun, menyatakan bahwa ada dua RT di Dusun Bungur yang terdampak kekeringan, dengan total 120 KK atau sekitar 400 jiwa yang mengalami krisis air bersih.

“Sudah dua bulan warga mencari air di hutan. Karena memang tidak ada alternatif lain,” kata Tukimun.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Ia menambahkan, setiap musim kemarau, warga Dusun Bungur harus mandi dan mengambil air di hutan, dengan perjalanan yang cukup jauh.

“Kami berharap ada bantuan dari pemerintah, terutama dalam bentuk pembuatan sumur bor yang lebih dalam untuk mengatasi krisis air bersih ini,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.