Minggu, 07 Jun 2026 01:07 WIB

Kekeringan di Trenggalek Meluas, Polisi Droping 52.800 Liter Air Bersih

Polres Trenggalek saat mendistribusikan air bersih. (Foto: Polres Trenggalek/jatimnow.com)
Polres Trenggalek saat mendistribusikan air bersih. (Foto: Polres Trenggalek/jatimnow.com)

jatimnow.com - Polres Trenggalek memberikan bantuan 52.800 liter air bersih kepada warga terdampak kekeringan di 9 kecamatan.

Bencana kekeringan di Trenggalek saat ini terus meluas. Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranu Dikarta mengatakan, saat ini ada 19 desa di 9 kecamatan terdampak bencana kekeringan. Hal itu membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih. Bersama BPBD mereka berinsiatif melakukan droping air bersih utuk membantu warga.

Baca Juga: Mobil Tertimpa Batu, Akses Jalan Trenggalek - Ponorogo Ditutup

“Droping air bersih dilakukan untuk membantu masyarakat mencukupi kebutuhan air bersih saat dilanda bencana kekeringan," ujarnya, Rabu (4/9/2024).

Indra menjelaskan, total air bersih yang didroping kepada warga terdampak bencana kekeringan mencapai 52.800 liter. Terdiri dari 6 truk tanki berkapasitas 6.000 liter dan 14 armada patroli gentong dengan kapasitas 1.200 liter air bersih.

“Armada pembawa air bersih akan diterjunkan ke setiap titik wilayah yang mengalami bencana kekeringan," paparnya.

Indra mengingatkan agar penyaluran air bersih mengutamakan sasaran prioritas. Sehingga bantuan air bersih dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Baca Juga: Kementan Siapkan Langkah Strategis Jaga Produktivitas Hasil Pertanian di Lamongan

“Karena bantuan air sangat terbatas, maka harus diprioritaskan kepada warga yang sangat memerlukan air bersih," tuturnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi menambahkan, bantuan droping air bersih akan sangat membantu masyarakat yang saat ini kesulitan mencari air bersih. Meskipun jumlah wilayah yang terdampak bencana kekeringan tidak sebanyak tahun lalu.

“Kalau tahun lalu bencana kekeringan Trenggalek terjadi di 56 desa. Sedangkan saat ini ada 19 desa yang mengalami bencana kekeringan," imbuhnya.

Baca Juga: BMKG Ungkap Peta Kemarau Jatim 2026: Mayoritas Kering Mulai Mei

Triadi memprediksi bahwa bencana kekeringan di Trenggalek masih akan berlangsung hingga bulan September 2024. Dia berharap semoga musim kemarau segera berakhir, agar kebutuhan air bersih kepada masyarakat kembali normal.

“Diperkirakan bulan ini masih terjadi kekeringan. Semoga musim kemarau segera berakhir," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.