Sabtu, 20 Jun 2026 03:32 WIB

Dampak Kekeringan di Trenggalek, 9 Kecamatan Krisis Air Bersih

Petugas BPBD Trenggalek saat menyalurkan air bersih pada warga. (Foto: Dok. BPBD Trenggalek)
Petugas BPBD Trenggalek saat menyalurkan air bersih pada warga. (Foto: Dok. BPBD Trenggalek)

jatimnow.com - Dampak bencana kekeringan di Kabupaten Trenggalek terus meluas. Hingga kini terdapat 19 desa di 9 Kecamatan yang mengalami krisis air bersih. Bencana kekeringan ini berdampak kepada 6.605 jiwa.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek terus melakukan pasokan air bersih di wilayah tersebut. Mereka berupaya memenuhi kebutuhan air bersih warga.

Baca Juga: Puluhan Tandon Air Disiapkan BPBD Tulungagung Untuk Antisipasi Kekeringan

Kepala BPBD Trenggalek, Stefanus Triadi mengatakan, bencana kekeringan di Kabupaten Trenggalek telah terjadi sejak dua bulan terakhir. Bencana ini dipicu akibat musim kemarau yang bekepanjangan. Setiap tahun beberapa kecamatan di Trenggalek menjadi langganan bencana kekeringan.

"Setiap tahun pada musim kemarau, banyak wilayah di Kabupaten Trenggalek yang mengalami bencana kekeringan," ujarnya, Selasa (03/09/2024).

Dari 14 kecamatan di Kabupaten Trenggalek, ada sebanyak 9 kecamatan yang kini dilanda kekeringan. Diantaranya, Kecamatan Panggul, Dongko, Karangan, Tugu, Bendungan, Trenggalek Kota, Pogalan, Durenan dan Gandusari.

Baca Juga: Pohon Tumbang Tutup Jalur Trenggalek-Ponorogo, Listrik Sempat Padam 1,5 Jam

"Kalau untuk jumlah desa ada sebanyak 19 desa yang mengalami bencana kekeringan, kami sudah menerima surat permohonan dari masyarakat untuk bantuan air bersih," ucapnya.

Berdasarkan data BPBD Trenggalek jumlah warga yang terdampak bencana kekeringan mencapai 6.605 jiwa dari 2.323 kepala keluarga di 19 desa Kabupaten Trenggalek.

Tak hanya mensuplai air bersih, BPBD juga memberikan bantuan 78 terpal, 73 tandon air, 16 tandon air lipat dan 320 jerigen.

Baca Juga: Dampak Gempa Pacitan, 9 Bangunan di Trenggalek Dilaporkan Alami Kerusakan

"Semoga musim kemarau ini segera berakhir, sehingga masyarakat yang terdampak bencana kekeringan bisa mudah mendapatkan air bersih," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.