Senin, 15 Jun 2026 18:39 WIB

Dus Duk Duk Akan Lakukan Ini untuk Perluas Pasar Produknya

Founder Dus Duk Duk, Angger Diri Wiranata
Founder Dus Duk Duk, Angger Diri Wiranata

jatimnow.com - Founder Dus Duk Duk, Angger Diri Wiranata mengatakan akan memperluas produknya yang berbahan kardus dengan cara memproduksinya secara massal.

Produk yang akan diproduksi massal berupa mainan untuk dekorasi rumah seperti kepala binatang berbahan kardus.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Sebenarnya, tahun lalu kami sudah membuat mainan untuk dekorasi rumah ini," kata Angger seusai acara diskusi kepemudaan II di The Residence House of Sampoerna Surabaya, Minggu (23/9/2019).

Hanya saja, produk mainan itu dibuat hanya sekitar 50 unit saja. Akan tetapi, melihat respon masyarakat yang bagus produk itu akan dibuat lagi secara massal.

"Inginnya mulai tahun depan," kata dia.

Bahkan, produk mainan ini, sudah pernah diekspor ke beberapa negara seperti, Las Vegas, Paris, Australia, dan Malaysia.

"Ekspor mainan ini kami lakukan tahun lalu," katanya.

Sedangkan untuk tahun ini, dia masih belum ingin mengekspor terlebih dahulu.

Alasannya, saat ini dia ingin berfokus untuk memproduksinya secara massal.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Fokusnya itu dulu," katanya.

Angger menambahkan, tren penggunaan furnitur dan dekorasi kardus saat ini juga sudah merambah ke fashion store maupun pameran berskala besar dan kecil.

"Beberapa fashion store dan pameran-pameran di Jakarta itu ada yang sudah berkolaborasi dengan kami," katanya.

Bahkan, di Bandung ada sebuah cafe itu dari furnitur maupun dekorasinya pakai Dus Duk Duk.

Untuk ke depannya, kata Angger, perusahaannya berharap bisa menyelenggarakan Festival Kardus bersama pelaku usaha material kardus lainnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Festival ini digunakan untuk bisa memperkenalkan ke masyarakat terkait furnitur dan dekorasi rumah berbahan kardus.

"Sebab, melalui pameran itu banyak poin yang bisa didapatkan. Seperti animo masyarakatnya hingga bisa mengubah mind set masyatakat kalau kardus itu bisa jadi sesuatu yang punya nilai tambah," tukasnya.

 




Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.