Selasa, 23 Jun 2026 06:46 WIB

Petahana Trenggalek Lawan Kotak Kosong, Pengamat Politik: Jangan Diremehkan

Pengamat politik Institut Demokrasi dan Keberdesaan, Nurani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pengamat politik Institut Demokrasi dan Keberdesaan, Nurani. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pasangan petahana Mochamad Nur Arifin dan Syah M Natanegara dipastikan bakal melawan kotak kosong di Pilkada Trenggalek tahun ini. Mereka memborong semua rekomendasi partai politik.

Selain itu pasangan Bacabup dan Bacawabup dari jalur perseorangan juga dipastikan tidak dapat mendaftar karena kekurangan bukti dukungan. Kondisi ini dinilai merupakan bagian dari realitas politik yang biasa terjadi.

Baca Juga: Bupati dan Wabup Trenggalek Terpilih Periksa Kesehatan jelang Pelantikan

Pengamat Politik Institut Demokrasi dan Keberdesaan, Nurani mengatakan melawan kotak kosong dalam Pilkada sah dan tidak melanggar.

Kondisi ini menjadi bagian dari demokrasi. Meskipun begitu Pilkada dirasa kurang menarik karena tidak ada kontestasi wacana yang seimbang.

"Karena tidak ada lawan maka visi dan misi yang diusung tidak ada lawannya, ini yang menjadikan Pilkada melawan bumbung (kotak) kosong tidak menarik," ujarnya, Selasa (27/8/2024).

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pasangan petahana ini melawan kotak kosong. Diantaranya adanya kepuasan dari masyarakat atas kinerja pasangan petahana tersebut.

Berbagai gerakan dan kegiatan pasangan petahana dalam hal seni dan budaya dapat meraih simpati masyarakat.

Baca Juga: Hasil Rekapitulasi Pilkada Trenggalek: Kotak Kosong Raih 67.131 Suara

"Ini yang saya dengar dari suara rakyat dari obrolan di warung kopi, mereka cukup puas dengan kinerja pasangan petahana," tuturnya.

Selain itu partai politik juga gagal membentuk kader dan tokoh yang mampu menyaingi pasangan petahana.

Sebagai organisasi pengkaderan, menurut Nurani, seharusnya partai politik mampu menciptakan tokoh yang mampu bertarung dalam Pilkada. Namun realitanya tidak ada nama yang dapat menyamai kualitas maupun elektabilitas pasangan petahana.

"Realitanya seperti itu, pengkaderan di partai politik kurang maksimal sehingga tidak ada tokoh yang muncul," tuturnya.

Baca Juga: Hasil Sementara Pilkada Trenggalek: Kotak Kosong Raih 56.216 Suara

Meskipun melawan kotak kosong, namun Nurani mengingatkan pasangan petahana untuk tidak terlena. Hal ini dikarenakan muncul suara minor dari masyarakat yang berkembang di media sosial. Jika hal ini tidak diantisipasi akan berpengaruh pada hasil Pilkada.

"Ada kejadian yang kalah dengan bumbung (kotak) kosong juga, artinya petahana tidak bisa menganggap remeh bumbung kosong ini," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.