Rabu, 22 Jul 2026 17:49 WIB

Menteri Koperasi dan UKM: 50 Ribu Koperasi Tak Aktif Dibubarkan!

  • Penulis :
  • | Sabtu, 22 Sep 2018 19:28 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah AA Gede Ngurah Puspayoga menyerahkan ratusan akta pendirian Koperasi Primer di Kabupaten Tulungagung (22/09/2018).
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah AA Gede Ngurah Puspayoga menyerahkan ratusan akta pendirian Koperasi Primer di Kabupaten Tulungagung (22/09/2018).

jatimnow.com - Pengelolaan manajemen koperasi yang tepat menjadi salah satu kunci sebuah koperasi untuk bisa berkembang.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, AA Gede Ngurah Puspayoga usai menyerahkan 820 sertifikat akta pendirian Koperasi Primer di Kabupaten Tulungagung (22/09/2018).

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Koperasi primer ini dibentuk di setiap desa di tiga wilayah yaitu Kediri, Blitar dan Tulungagung.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Koperasi, total terdapat 150 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 50 ribu koperasi yang sudah dibubarkan oleh pemerintah karena dinilai kurang sehat.

Bahkan, hasil audit yang dilakukan oleh pihak kementerian, 50 ribu koperasi ini sudah tidak aktif lagi.

"Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas koperasi, kita bubarkan saja yang kurang sehat dan tidak aktif ini," ujarnya.

Baca juga: Menteri Koperasi dan UKM Serahkan Akta Koperasi Primer di Tulungagung

Menurut AA Gede Ngurah Puspayoga, terdapat sejumlah penyebab tidak akif dan berkembangnya sebuah koperasi, salah satunya pengelolaan manajemen.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Sesuai fungsinya, koperasi dibentuk untuk ikut serta menyejahterakan masyarakat. Beberapa koperasi terbukti bisa bertahan, bahkan diantaranya sudah masuk dalam bursa efek.

"Kuncinya di manajemen, jangan sampai koperasi justru merugikan anggota," imbuhnya.

Dalam tiga tahun terakhir, koperasi di Indonesia sudah berkembang dengan signifikan. Selain jumlahnya yang terus bertambah, saat ini koperasi mampu menyumbang produk domestik bruto nasional hingga lima persen.

Padahal sebelumnya sumbangan tersebut hanya mampu di kisaran angka satu persen saja. Beberapa kebijakan pemerintah yang mendukung berkembangnya koperasi menjadi salah satu penyebabnya.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

"Koperasi merupakan salah satu upaya untuk meratakan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.



 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.