Minggu, 07 Jun 2026 04:06 WIB

Menteri Koperasi dan UKM: 50 Ribu Koperasi Tak Aktif Dibubarkan!

  • Penulis :
  • | Sabtu, 22 Sep 2018 19:28 WIB
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah AA Gede Ngurah Puspayoga menyerahkan ratusan akta pendirian Koperasi Primer di Kabupaten Tulungagung (22/09/2018).
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah AA Gede Ngurah Puspayoga menyerahkan ratusan akta pendirian Koperasi Primer di Kabupaten Tulungagung (22/09/2018).

jatimnow.com - Pengelolaan manajemen koperasi yang tepat menjadi salah satu kunci sebuah koperasi untuk bisa berkembang.

Hal ini ditegaskan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, AA Gede Ngurah Puspayoga usai menyerahkan 820 sertifikat akta pendirian Koperasi Primer di Kabupaten Tulungagung (22/09/2018).

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Koperasi primer ini dibentuk di setiap desa di tiga wilayah yaitu Kediri, Blitar dan Tulungagung.

Berdasarkan data yang dimiliki oleh Kementerian Koperasi, total terdapat 150 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, ada 50 ribu koperasi yang sudah dibubarkan oleh pemerintah karena dinilai kurang sehat.

Bahkan, hasil audit yang dilakukan oleh pihak kementerian, 50 ribu koperasi ini sudah tidak aktif lagi.

"Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas koperasi, kita bubarkan saja yang kurang sehat dan tidak aktif ini," ujarnya.

Baca juga: Menteri Koperasi dan UKM Serahkan Akta Koperasi Primer di Tulungagung

Menurut AA Gede Ngurah Puspayoga, terdapat sejumlah penyebab tidak akif dan berkembangnya sebuah koperasi, salah satunya pengelolaan manajemen.

Baca Juga: Dear Prabowo, Produsen Tahu di Tulungagung Resah Karena Harga Kedelai Naik

Sesuai fungsinya, koperasi dibentuk untuk ikut serta menyejahterakan masyarakat. Beberapa koperasi terbukti bisa bertahan, bahkan diantaranya sudah masuk dalam bursa efek.

"Kuncinya di manajemen, jangan sampai koperasi justru merugikan anggota," imbuhnya.

Dalam tiga tahun terakhir, koperasi di Indonesia sudah berkembang dengan signifikan. Selain jumlahnya yang terus bertambah, saat ini koperasi mampu menyumbang produk domestik bruto nasional hingga lima persen.

Padahal sebelumnya sumbangan tersebut hanya mampu di kisaran angka satu persen saja. Beberapa kebijakan pemerintah yang mendukung berkembangnya koperasi menjadi salah satu penyebabnya.

Baca Juga: Tulungagung Deklasikan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 Bebas Titipan

"Koperasi merupakan salah satu upaya untuk meratakan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.



 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Pengalaman dan kebijaksanaan yang dimiliki para lansia merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Jember tidak lagi dipandang sekedar daerah rural yang identik dengan komoditas tembakau atau pusat edukasi regional. Namun, telah bertransformasi menjadi magnet investasi baru.