Selasa, 16 Jun 2026 06:32 WIB

Aksi Kawal Putusan MK di DPRD Jatim Surabaya Ricuh: Botol Beterbangan

Demonstran merusak kawat duri pembatas (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Demonstran merusak kawat duri pembatas (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ribuan mahasiswa Surabaya, buruh, hingga elemen masyarakat melakukan aksi di depan Kantor DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya, Jumat (23/8/2024). Aksi kali ini adalah sikap mengawal putusan Mahkamah Konstitusi dan menolak RUU Pilkada.

Aksi kali ini berujung ricuh. Massa nampak bersitegang dengan aparat yang berjaga. Massa sempat melakukan aksi lempar kepada petugas. Beberapa kali juga saling dorong.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Mereka menggeruduk Kantor DPRD Jatim sejak pukul 10.00 WIB mereka tiba, hingga siang ini 12.55 WIB, ribuan mahasiswa tersebut masih melakukan orasi di Jalan Indrapura, depan kantor DPRD Jatim.

"Keputusan MK itu keputusan mutlak. Hari ini DPR menciderai konstitusi negara. DPR Janc*k, Jokowi Janc*k,” teriak salah satu mahasiswa saat berorasi di depan Kantor DPRD Jatim.

Tak hanya itu, mereka juga menyanyikan lagu menyindir keadilan di era pemerintahan Jokowi.

"Potong-potong roti, keadilan sidang mati. Rakyat dibohongi. Mahasiswa turun aksi,” seruan lagu orasi mahasiswa.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sementara itu, Presiden BEM Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Aulia Thaariq Akbar atau Atta mengatakan meski DPR RI sudah mengklaim membatalkan sidang pengesahan RUU Pilkada kemarin, pihaknya merasa tetap perlu menggelar aksi.

Aksi ini dilakukan untuk mengawal putusan MK No 60/PUU-XXII/2024 segera jadi pedoman dalam pembuatan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU).

"Karena meskipun kita melihat bahwasanya wakil ketua DPR RI memastikan RUU Pilkada ini batal, cuma kalau misalkan itu belum masuk dalam PKPU atau itu belum ada rilis secara resmi, kami sepakat tetap akan turun aksi,” ucapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Mahasiswa, buruh dan elemen masyarakat di Jatim masih belum bisa percaya pada DPR. Mereka khawatir legislator akan melakukan manuver kotor diam-diam mengesahkan RUU Pilkada tersebut.

Lebih lanjut, ia memastikan, pihaknya tak akan tinggal diam bila manuver licik DPR dan pemerintah benar-benar dilakukan.

"Kami masih belum percaya, karena biasanya pengesahan itu terjadi di tengah malam, itu yang kita khawatirkan semua. Kita pengen tetap sampai turut mengawal, karena bisa jadi banyak kemungkinan manuver-manuver politik yang akan terjadi,” pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.