Minggu, 21 Jun 2026 06:21 WIB

Ini Alasan Pelaku Membunuh Bayi dan Membuang di Tempat Sampah

Tersangka (berkerudung) saat berada di Mapolsek Tenggilis Surabaya
Tersangka (berkerudung) saat berada di Mapolsek Tenggilis Surabaya

jatimnow.com - Pelaku pembuang bayi di tempat sampah di Jalan Tenggilis Mulya 98 berhasil ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Tenggilis.

Suci (25), pelaku pembuangan bayi yang juga Ibu kandungnya sendiri ini tega membuang bayinya ke tempat sampah hasil dari hubungan gelap dengan kekasihnya bernama Rendy (30) asal Desa Wage Sidoarjo.

Kapolsek Tenggilis Kompol Totok Sumariyanto menerangkan bahwa kedua pasangan ini sudah kenal sejak tahun 2017. Kemudian menjalin hubungan dan akhirnya melakukan hubungan layaknya suami istri selama 7 kali di Villa Tretes.

Baca juga: Polisi Tangkap Pembuang Bayi Dalam Kresek di Tempat Sampah

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kemudian Suci ini hamil dan memberitahukan kepada kekasihnya (Rendy) bahwa dia hamil dan minta pertanggung jawaban untuk dinikahi katanya akan bertanggung jawan menikahi," terang Totok kepada jatimnow.com, Sabtu (22/9/2018).

Seiring berjalannya waktu usia kandungan semakin bertambah Rendy tak kunjung melamar dan bertanggungjawab dan tersangka tidak berani memberitahukan ke orang tuanya. Saat menginjak ke 9 bulan ia semakin ketakutan ketahuan melahirkan anak padahal belum menikah.

"Si Rendy bilang mau bertanggung jawab tapi pada kenyataannya tidak pernah menghubungi. Pada hari Jumat (13/9/2018) perutnya mules buang air besar, ternyata yang keluar bayi dia bekep, dia sempet mengambil gunting di lemari es dan keluar kembali lagi bayi itu di dekep supaya nggak teriak," ujar Totok.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Baca juga: Bayi Dalam Kresek Dibuang di Tempat Sampah, Begini Kondisinya

Setelah tali pusar di potong bayi tampak menangis oleh karena panik dan takug pelaku membekap lagi hidung dan mulut si bayi selama kurang lebih 15 menit. Saat sudah memastikan meninggal pelaku mencari sesuatu untuk membungkusnya.

"Pelaku mendapatkan tas kresek kemudian memasukkannya ke tas kresek warna merah sebagai pembungkus pertama dan tas kresek warna hitam untuk pembungkus luarnya agar tidak diketahui. Kemudian pelaku membuangnya tepat dibelakang rumah diatas kandang ayam milik Agus Rochmad," lanjut Totok.

Keesokannya banyak warga yang dikejutkan dengan penemuan bayi di rumah Agus tersebut dan menyaksikannya.

Sementara itu Suci mengaku hal ini ia lakukan karena merasa bingung dengan kekasihnya yang tak kunjung menikahinya. Ia menutupi kehamilannya dengan cara memakai pakaian yang lebih besar dari tubuhnya.

"9 bulan mengandung tidak ketahuan keluarga pakaiannya pakai yang besar dan kebetulan gemuk jadinya nggak kelihatan. Saya melakukannya inisiatif sendiri karena ketakutan dan bingung jika orang tua tahu saya hamil tapi belum menikah," akunya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.