Kamis, 18 Jun 2026 06:23 WIB

Koalisi Nonparlemen Tegaskan Pengaruhnya di Pilwali Kediri, Singgung Anomali Pilpres

  • Penulis :
  • | Rabu, 14 Agu 2024 13:10 WIB
Jubir Koalisi Nonparlemen, Pahlevi Yudi Setiawan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Jubir Koalisi Nonparlemen, Pahlevi Yudi Setiawan. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebanyak 8 partai nonparlemen berkoalisi, menegaskan pengaruhnya di Pilwali Kediri 2024. Anomali Pilpres, pada Februari lalu menurutnya bisa saja terjadi di Kota Tahu.

"Kita melihat di kontes presiden (Pilpres 2024), presiden itu partainya besar tapi kenyataannya perolehannya kecil kan gitu, itu bisa saja terjadi di Kediri," kata Jubir Koalisi Nonparlemen, Pahlevi Yudi Setiawan, Rabu (14/8/2024).

Baca Juga: Resmi Dilantik Presiden, Wali Kota Termuda Vinanda Prameswati Prioritaskan Pendidikan

Untuk diketahui, koalisi partai nonparlemen ini terdiri dari Partai Garuda, Gelora, Partai Kebangkitan Nusantara, PPP, Partai Ummat, PSI, Perindo dan Partai Bulan Bintang. Tanpa menyebut perolehan suara di Pileg kemarin, Pahlevi yakin dengan keberadaan 8 partai ini mampu membuat calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri nantinya lebih diperhitungkan.

"Pasangannya 8 gambar lho ya, kan ya lumayan. Bisa membuat masyarakat agak gimana kan ya," tegas Ketua Partai Garuda itu.

Baca Juga: Momen Vinanda Sungkem Orang Tua Sebelum Dilantik jadi Wali Kota Kediri

Namun, sejauh ini koalisi nonparlemen belum menentukan pilihan mereka. 2 nama pelamar masih terus digodog dalam mekanisme musyawarah.

"Yang masuk ke partai koalisi dua, Mas Ronny sama Mas Katino. Semua bagus lah, cuma nanti kan kita lihat wong ini kan belum (keluar) rekomendasi," jelas Pahlevi.

Baca Juga: Vinanda Audiensi dengan Kementerian PU Jelang Pelantikan, Bahas Infrastruktur Kota Kediri

Pilihan lanjut Pahlevi akan diputuskan setelah partai-partai pengusung mendaftarkan calon mereka ke KPU. Pahlevi memastikan akan satu suara dalam menentukan pilihan tersebut.

"Kita itu kalau catur itu bidaknya kuda, kuda hitam, satu kuda itu tidak bisa terhalang. Hitam itu mainnya belakangan," kelakarnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.