Minggu, 21 Jun 2026 11:24 WIB

Ekonomi Warga Bendorejo Lumpuh akibat Pembangunan Jembatan Nglembu Trenggalek

Rumah warga yang terdampak pembangunan jembatan di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Rumah warga yang terdampak pembangunan jembatan di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan Jembatan Nglembu di Desa Bendorejo, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek membuat perekonomian warga sekitar lesu. Belum rampungnya pembangunan jembatan tersebut menyebabkan akses mereka terbatas.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Wardoyo. Jarak pembangunan jembatan sangat dekat sekali dengan rumahnya. Kondisi ini membuat rumahnya terisolir.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Hampir satu tahun pembangunan berjalan menyebabkan ekonomi warga lumpuh. Karena tempat usaha warga yang sepi pengunjung dan minimnya akses akibat pembangunan jembatan tersebut.

"Hampir semua usaha warga yang terdampak pembangunan jembatan berhenti. Sebab, akses jalan yang ditutup total," ujarnya, Senin (12/08/2024).

Wardoyo mengatakan, di sisi lain warga juga mengalami dampak permanen dari pembangunan Jembatan Nglembu. Seperti kondisi rumah yang terhimpit dengan konstruksi bangunan jembatan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Mereka menuntut kompensasi yang adil atas dampak yang dirasakan selama ini. Pemerintah diminta memberikan kompensasi Rp20 juta kepada setiap warga yang terdampak.

"Sampai saat ini kami belum menerima kompensasi. Kami meminta kompensasi Rp20 juta setiap warga terdampak," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Trenggalek, Pranoto mengaku sudah menerima keluhan yang dirasakan oleh warga terkit pembangunan jembatan ini.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Dibongkar Total, Ini Alasannya

Sebelumnya, warga juga pernah mendapatkan tawaran kompensasi atas pembangunan Jembatan Nglembu, dimana warga akan mendapatkan kompensasi Rp1,5 juta setiap bulan.

"Tawaran kompensasi itu ditolak warga karena dirasa tidak sebanding dengan dampak yang dirasakan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.