Rabu, 17 Jun 2026 09:14 WIB

7 Hektare Lahan Hutan Gunung Gombak Ponorogo Terbakar

Kebakaran melanda hutan Gunung Gombak Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kebakaran melanda hutan Gunung Gombak Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com - Si jago merah melanda area hutan rakyat Gunung Gombak, Desa Tatung, Kecamatan Balong. Api menyebabkan kebakaran yang meluas hingga mengancam tiga desa, yaitu Desa Tatung di Kecamatan Balong, Desa Muneng di Kecamatan Balong, dan Desa Sukosari di Kecamatan Kauman.

Kebakaran yang terjadi pada Senin (5/8/2024) malam ini menghanguskan hutan rakyat yang ditanami pohon jati dan alba.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

"Titik api muncul sekitar petang tadi, atau habis maghrib," tutur Kasun Krajan, Desa Muneng, Kecamatan Balong, Darto kepada wartawan, Selasa (6/8/2024).

Darto menjelaskan bahwa api awalnya muncul di Gunung Gombak kecil. Karena terbawa angin, api semakin meluas, sehingga wilayah yang terbakar mencapai 7 hektare.

"Titik api berasal dari Gunung Gombak yang masuk wilayah Tatung Tengah, kemudian merembet ke Dukuh Krajan, Desa Muneng. Dan semakin meluas," terang Darto.

Setelah terbakar, titik api pun semakin turun ke lereng gunung dan hampir mendekati pemukiman warga. Karena khawatir ada bara api yang terbang terbawa angin, warga berjaga di sekitar lokasi bersama petugas BPBD yang berusaha memadamkan api.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

"Warga waspada, biasanya sampai jam 2 malam berjaga. Takutnya ada api yang terbang terbawa angin," ungkap Darto.

Darto menilai api bisa muncul dari gesekan kayu atau human error seperti puntung rokok. Namun Darto tidak menyebut pastinya.

"Karena kan api mulai kelihatan saat petang tadi. Kalau siang tidak kelihatan terbakar," tandas Darto.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Petugas BPBD, Ali Marsono, mengaku kesulitan memadamkan api karena lokasi yang curam dan jauh dari sumber air.

"Petugas juga sedikit akhirnya kita padamkan manual dengan cara digepyok atau dipukul dengan ranting," kata Ali.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.