Kamis, 18 Jun 2026 13:08 WIB

FOTO: Keindahan Kostum Jember Fashion Carnaval Berbahan Daur Ulang

  • Penulis : Sugianto
  • | Senin, 05 Agu 2024 10:48 WIB
Para talent JFC mengenakan kostum dari daur ulang. (Foto-foto: Sugianto/jatimnow.com)
Para talent JFC mengenakan kostum dari daur ulang. (Foto-foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Jember Fashion Carnaval (JFC) saat ini sudah jadi barometer karnaval dunia. Tahun 2024 ini Bupati Jember Hendy Siswanto menyatakan para talent wajib menggunakan recycle atau bahan daur ulang.

Bupati Hendy menyampaikan, JFC tahun ini dengan tema Algorithm and See You memasuki ke-22 kalinya. Inspirasi ini yang diambil adalah, keterhubungan multikomponen yang dilalui selama perjalanan JCF, sejak awal berdiri tahun 2003 hingga saat ini.

Baca Juga: Gowes 10 KM, Bupati Jember Jadikan OSMA Ajang Perkuat Soliditas Birokrasi

Multikomponen itu diantaranya adalah, karakter personal, lokasi, peristiwa penting, isu dunia, politik, event miracle dan juga lainnya.

Selain itu, untuk tahun 2024 ini JFC juga dilakukan pembaharuan karakter kostum, yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

"Untuk tahun ini diwajibkan, bagi setiap peserta untuk menggunakan bahan-bahan recycle atau daur ulang, dengan persentase minimal 30 persen," katanya, Minggu (4/8/2024).

Baca Juga: Jember MPP Mini Terbanyak di Tapal Kuda, Warga Kini Tak Perlu ke Kota

Tentunya, menurut Bupati, ini semua kegiatan positif bagi peserta di sela-sela kegiatan atau rutinitas peserta sehari-hari.

Disamping itu juga, menambah pergaulan, serta wawasan dunia fashion, tata rias, videografi, kreatifitas dan berbagai hal menarik lainnya.

Baca Juga: Sampaikan LKPJ, Bupati Gus Fawait Buktikan Komitmen Cetak SDM Unggul

"Didukung berbagai prestasi diraih, baik di dalam maupun luar negeri. JFC tentunua kini semakin eksis, semakin menunujukkan pesonanya serta telah menjadi barometer karnaval indonesia," tegasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.