Senin, 15 Jun 2026 17:10 WIB

KHM Trenggalek Pertanyakan Alasan PP Muhammadiyah Terima Konsesi Tambang

Bendera logo Muhammadiyah. (FotoL Muhammadiyah.or.id)
Bendera logo Muhammadiyah. (FotoL Muhammadiyah.or.id)

jatimnow.com - Keputusan PP Muhammadiyah menerima tawaran izin pengelolaan tambang dari pemerintah dipertanyakan oleh banyak pihak. Salah satunya dari Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) Trenggalek.

Meskipun keputusan ini belum final, namun mereka mempertanyakan urgensi menerima tawaran tersebut. PP Muhammadiyah sendiri dikabarkan masih akan melakukan konsolidasi di Yogyakarta, terkait keputusan ini.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Koordinator KHM Trenggalek, Trigus Dodik Susilo dalam acara diskusi online bertajuk Mendengar Suara Warga Muhammadiyah di Tapak Industri Tambang, dengan tegas mengatakan jika PP Muhammadiyah menerima tawaran ini maka mereka melakukan kekafiran ekologi.

Selama ini Muhammadiyah memiliki kajian fikih lingkungan yang membahas hal tersebut. Dalam kajian tersebut usaha tambang sudah pasti membuat kerusakan lingkungan. Berdasarkan kajian ini jika PP Muhammadiyah menerima konsesi tambang maka mereka membantah yang telah diperjuangkan sejak dulu.

"Seharusnya alam dijaga sesuai dengan kajian fikih lingkungan yang sudah dilakukan, jika bersikukuh menerima konsesi tambang maka mereka melakukan kekafiran ekologi," ujarnya, Jumat (27/7/2024).

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Selain itu mereka juga mempertanyakan urgensi dari konsesi tambang ini. Meskipun PP Muhammadiyah telah mengeluarkan statemen terkait sejumlah alasan, namun hal tersebut tidak dapat diterima. Terlebih PP Muhammadiyah mencoba mengelola tambang sesuai kaidah agama. Hal tersebut dinilai sebagai imajinasi kemakmuran.

"Yang kami khawatirkan justru nantinya Muhammadiyah akan terjebak dalam intrik-intrik dalam pegelolaan tambang," tuturnya.

Meskipun begitu mereka tetap akan menghormati hasil keputusan final PP Muhammadiyah. Jika nantinya PP Muhammadiyah bersikukuh menerima konsesi tambang tersebut, KHM juga akan terus melakukan kritik. Mereka terus mengingatkan potensi kerusakan lingkungan.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Menurutnya Muhammadiyah adalah gerakan sosial dan bukan gerakan kapitalis.

"Kami percaya keputusan masih bisa berubah, untuk itu kami akan terus mengingatkannya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.