Kamis, 18 Jun 2026 07:59 WIB

4 Blok Rancangan Proyek Surabaya Waterfront Land, Investasi Capai Rp72 Triliun

Salah satu titik di Pantai Kenjeran Surabaya yang masuk dalam zona eksploitasi proyek Surabaya Waterfront Land. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Salah satu titik di Pantai Kenjeran Surabaya yang masuk dalam zona eksploitasi proyek Surabaya Waterfront Land. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pembangunan proyek Surabaya Waterfront Land (SWL) dipastikan akan mengeksploitasi laut secara besar-besaran. Proyek ini diperkirakan mereklamasi seluas 1.084 hektare, dengan luas tanah pesisir pantai yang membentang dari Surabaya utara (Kenjeran) hingga selatan (Rungkut).

Rancangan pembangunan tersebut terdiri dari 4 blok. Dengan nilai biaya sebesar Rp72 triliun. Proyek ini akan mengubah wajah Kota Pahlawan menjadi waterfront ala Singapura.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Juru Bicara PT Granting Jaya Agung Pramono selaku pengembang mengungkapkan, 4 blok yang akan ia susun memiliki peruntukan yang beragam.

"Proyek ini akan dimulai setelah izin reklamasi keluar, yang diharapkan selesai dalam waktu dekat. Kami akan segera melakukan sosialisasi kepada para nelayan dan pihak terkait lainnya," ujar Agung, ditemui di Kenpark Surabaya, Kamis (25/7/2024).

Blok A, memiliki luas 84 hektare dengan fungsi menjadi pusat pariwisata dan hunian, lengkap dengan perkantoran, hotel, ruko, dan kawasan rekreasi. Blok ini juga akan memiliki area konservasi mangrove yang memperkaya ekosistem pesisir.

Blok B seluas 120 hektare akan didedikasikan untuk zona perikanan. Blok ini akan dilengkapi dengan pelabuhan modern, pasar ikan segar, cold storage, pusat lelang perikanan, fasilitas pemeliharaan kapal, pusat perbelanjaan, industri olahan hasil laut, UMKM hasil laut, balai latihan perikanan, pusat pembibitan serta perumahan nelayan modern.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Blok C seluas 260 hektare akan menjadi zona kemaritiman, menampung kompleks marina, museum maritim nasional, convention center, hotel, dermaga, pusat pengembangan ilmu pengetahuan kemaritiman, perguruan tinggi aspek kemaritiman, ruko, area komersial, villa estate, apartemen, dan kompleks pendidikan umum.

Blok D utara seluas 620 hektare akan menjadi pusat hiburan dan bisnis, dengan hall pertunjukan, hotel, apartemen,kompleks ruko, SWL Square, pasar produk ekonomi kreatif, dan industri zero emission yang ramah lingkungan.

Agung Optimistis, SWL bisa menjadi wajah baru dalam menopang pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang. Lebih lagi, bisa menjadi pusat ekomomi ataupun transit jalur dagang.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"SWL akan menjadi salah satu kunci dalam memaksimalkan potensi Surabaya sebagai pusat ekonomi dan logistik di kawasan timur Indonesia," pungkas Agung.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.