Selasa, 16 Jun 2026 15:52 WIB

Mengenal Koguri, Komunitas Pecinta Gundam Kediri yang Banyak Diikuti Bapak-bapak

  • Penulis :
  • | Rabu, 24 Jul 2024 09:45 WIB
Aktivitas komunitas Koguri. (Foto: Rizky for jatimnow.com)
Aktivitas komunitas Koguri. (Foto: Rizky for jatimnow.com)

jatimnow.com - Sebuah komunitas pecinta Gundam dan action figur lahir di Kediri. Yang menarik, hobi mainan robot plastik ini banyak diikuti bapak-bapak yang ingin membangkitkan kenangan masa kecilnya.

Lebih dari itu, mereka juga belajar tentang kreatifitas dengan cara merakit dan fotografi.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Berbagai macam model Gundam dan figur aksi terpampang di atas meja salah satu kafe di Kelurahan Betet, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri. Karakter robot anime berbagai ukuran dan modifikasi itu milik anggota Koguri, Komunitas Gundam Kediri.

Mereka tampak ngobrol santai dan diskusi sembari melihat mainan dari waralaba asal Jepang tersebut. Sesekali tangannya aktif merangkai robot-robot tersebht.

“Ada banyak macam-macam mainan gundam dan figur aksi, mulai ukuran kecil hingga besar,” kata Wahyu Ardhana Putra, membuka obrolan tentang komunitas ini, akhir pekan lalu.

Sebagai pengingat, Gundam merupakan robot yang tayang di anime serial televisi, populer beberapa tahun silam. Lalu oleh perusahaan mainan dijadikan model kit Gundam Plastik (Gunpal) agar penggemar bisa memiliki figur aksi yang disenangi.

Sejak masa kecilnya, dia mengaku suka melihat anime tersebut dan tertarik karena desainnya yang bermacam-macam. Menurutnya, jiwa laki-laki selalu memiliki ketertarikan pada mainan.

“Ada beberapa seri tentang Gundam, walaupun itu kurang populer, kalau desainnya bagus saya sangat suka sekali,” ujarnya.

Tidak sekadar membeli, dirakit, dan pajangan saja. Wahyu dan anggota lain memiliki jenis kreativitas masing-masing mulai dari modifikasi, custom Gundam, membuat diorama, hingga fotografi figur aksi anime.

“Bagaimana pun laki-laki itu tetap anak kecil dalam jiwanya. Kadang ini (Gundam) buat kenangan karena dulu tidak bisa beli, sekarang bisa membelinya,” jelasnya.

Bagi lelaki berusia 36 tahun itu, modifikasi Gundam tidak bisa dikatakan mudah.

Karena ada rintangan atau risiko yang harus dihadapinya saat proses pemotongan part dengan gergaji, melekatkan dengan lem, hingga pengecatan.

Warga Kelurahan Setono Pande, Kecamatan Kota, Kota Kediri ini mengatakan, jika hasilnya tidak sesuai atau terjadi kerusakan yang tidak bisa diperbaiki bisa membuat putus asa. Karena uang yang dikeluarkan untuk membeli model tersebut terasa sia-sia.

“Jadi kembali pada diri kita, targetnya itu untuk apa. Misalnya target masuk kejuaraan, walaupun tidak masuk minimal puas lah melihat hasil karya kita dan otomatis bisa melihat kekurangannya seperti apa,” terangnya.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

Saat ini, bapak dua anak itu lebih fokus ke dunia fotografi Gundam. Ilmunya pun ia dapatkan secara otodidak dan berbagi dengan sesama teman.

Danang juga tetap belajar dari orang lain tentang masalah sudut kamera dan posenya yang baik supaya hasilnya bagus.

“Melihat custom jadi itu senang sih, karena sudah sesuai kepuasan dan kreasi sendiri. Meski tidak bagus, tetapi itu hasil karya saya,” tambahnya.

Kepuasan itu juga dirasakan oleh Danang jika modifikasi aksi figurnya bisa sesuai dengan apa yang diinginkan. Berdasarkan pengalamannya, proses custom Gundam dan mainan figur aksi cukup menguras otak.

Dia harus mencari di Google, media sosial facebook, hingga melihat dan berdiskusi atau sharing dengan teman komunitasnya. Dari situ, dia belajar teknik custom terus-menerus dalam berkarya.

“Kalau sulit mungkin lebih menerapkan part (bagian) ini ke bagian lain biar cocok, kadang kita salah pilih cat akhirnya bisa pecah. Logam sama pengaitnya beda, setiap seri juga beda sampai proses gergaji juga” bebernya.

“Prosesnya juga bisa buat saya pusing. Ketika sudah deal bentuknya, ternyata diimplementasikan pengecatan ternyata keras dan pecah. Cari bagian yang serupa pun sulit,” ungkapnya.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Selain untuk kepuasan sendiri, Gumpla custom karyanya itu rupanya memiliki manfaat ekonomi saat ada keperluan mendesak.

Dia sempat dihadapkan dengan situasi ekonomi yang sulit, sehingga harus rela menjual koleksi kesayangan itu demi kebutuhan rumah tangga.

Danang mengaku, pernah menjual mainan anime tersebut untuk biaya lahir anak kedua dan biaya anak sekolah.

“Setidaknya bisa buat dana darurat untuk dicairkan,” kenangnya.

Dalam komunitas itu, anggotanya beragam, wiraswasta, polisi, dokter hewan, hingga pegawai bank. Pelajar dan mahasiswa juga ada. Namun, komunitas ini sempat vakum hampir tiga tahun karena Covid-19 dan mulai kumpul kembali awal tahun 2023.

“Dibentuknya komunitas ini untuk kumpul dan silaturahmi. Orang ngobrol tentang mainan rilisan terbaru dan sharing-sharing tentang kehidupan,” pungkas Danang.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.