Selasa, 16 Jun 2026 13:02 WIB

Putus Sekolah dan Pernikahan Anak di Jember Tinggi, Gus Fawait: Perbaiki Ekonomi

  • Penulis :
  • | Selasa, 23 Jul 2024 11:42 WIB
Gus Fawait saat bertemu anak-anak Jember. (Foto: tangkapan layar TikTok)
Gus Fawait saat bertemu anak-anak Jember. (Foto: tangkapan layar TikTok)

jatimnow.com - Hari Anak Nasional (HAN) diperingati hari ini, Selasa (23/7/2024). Di Jember kondisi anak-anak masih sangat memprihatinkan. Jika ini dibiarkan bonus demografi 2045 mendatang bisa berubah jadi bencana demografi.

Hal ini diungkapkan anggota DPRD Jatim dari Dapil Jember - Lumajang, Muhammad Fawait. Baginya persoalan-persoalan pada anak di Jember berpangkal dari masalah kemiskinan. Hal itu menjadi penyebab tingginya angka putus sekolah hingga pernikahan anak.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Kemiskinan itu melibatkan banyak hal. Salah satunya bagaimana kita lihat akibat kemiskinan banyak anak putus sekolah mulai dari SD hingga SMA," kata Gus Fawait, Selasa (23/7/2024).

Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember mencatat, ada 6.630 anak putus sekolah, mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Angka tersebut berdasarkan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kabupaten Jember, yang dihimpun per Januari 2024.

"Maka ke depan terus kita ini harus diatasi dan kalau memang masyarakat miskin punya anak tak mampu sekolah, pemerintah harus hadir. Anak-anak Jember harus bisa sekolah, baik sekolah umum maupun pesantren. Bisa juga melanjutkan sekolah lewat kejar paket atau pelatihan, itu nanti harus kita rumuskan kedepan. Harus ada langkah konkret," jelas Pengasuh Pondok Pesantran Nurul Chotib Al Qodiri IV Jember ini.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

Lanjut Gus Fawait, kemiskinan juga membuat angka pernikahan anak sangat tinggi di Jember. Berdasarkan data, perkawinan anak di Jember pada tahun 2023 mencapai 1.295 kasus.

"Ketika kondisi ekonomi lemah, orang tua tidak mampu lagi menyekolahkan anaknya. Akhirnya malah menikahkan anaknya. Padahal belum siap mental maupun ekonomi. Malah menimbulkan masalah baru yang memicu perceraian," terang Presiden Laskar Sholawat Nusantara (LSN) ini.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

Bakal calon bupati (Bacabup) Jember ini berjanji jika ditakdir memimpin Jember akan berupaya keras mengentaskan masyarakat dari kemiskinan. Dengan harapan, anak-anak juga semakin baik nasibnya sehingga generasi emas Indonesia 2045 bisa terwujud.

"Anak-anak di Jember merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Kita menyiapkan dan membantu pemerintah pusat. Bagaimana bonus demografi harus betul-betul menjadi bonus demografi bukan bencana demokrasi di kemudian hari. Agar target Indonesia emas di tahun 2045 tercapai," pungkas Gus Fawait.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.