Rabu, 17 Jun 2026 12:50 WIB

Sengketa Tanah Berujung Maut, Polsek Jetis Telah Tetapkan Tersangka

Ilustrasi
Ilustrasi

jatimnow.com - Polsek Jetis telah tetapkan warga Desa Ngasinan, Kecamatan Jetis, Ponorogo bernama Miseran (46) sebagai tersangka.

 Miseran menjadi tersangka pembunuhan Lasmi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Iya, memang Miseran sudah kami tetapkan sebagai tersangka beberapa hari lalu," kata Kapolsek Jetis, AKP Suwito kepada jatimnow.com, Kamis (20/9/2018).

Penetapan tersangka ini dilakukan meski hasil resmi tes kejiwaan Miseran dari rumah sakit Bhayangkara Surabaya dan Rumah Sakit Umum dr Harjono Ponorogo belum keluar.

 "Hasil resmi RSUD dr Harjono belum keluar. Tapi, secara lisan dokter menyatakan normal. Ini juga menunggu dari  RS Bhayangkara. Sesuai prosedur," terangnya.

Ia beralasan penetapan tersangka karena semua bukti sudah kuat.

Selain itu, polisi menetapkan tersangka berdasarakan keterangan beberapa tetangga yang menyatakan Miseran sering meneror korban.

"Kejadiannya hampir 15 tahun lalu dan  selama 15 tahun itu pelaku meneror korban. Dari memecahkan kaca rumah korban sampai pekan lalu melakukan pembunuhan," ujarnya.

Meskipun begitu, jika hasil resmi baik dari RSUD dr Harjono Ponorogo dan RS Bhayangkara Surabaya sudah keluar, akan menjadi bahan pertimbangan.

"Ya kalau memang gila tinggal ditangguhkan. Sebaliknya jika tidak tinggal kami limpahkan ke kejaksaan," tambah mantan Kapolsek Jenangan ini.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Sebelumnya, Hanya karena persoalan tanah, Miseran (46) tega membunuh tetangganya sendiri, nenek Lasmi (75).

Ia pun tewas seketika setelah kepalanya dikepruk (dihantam) batu besar oleh warga Desa Josari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo ini.

Kejadian ini berawal dari kekesalan Miseran terkait dengan proses pembelian tanah milik saudaranya oleh korban.

Tersangka mengaku kesal lantaran korban membeli tanah tersebut tanpa sepengetahuan dirinya.

Uniknya, proses pembelian tanah ini sudah terjadi sejak 15 tahun silam.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Kekesalan pelaku memuncak, Kamis (13/9/2018) sore.

Saat itu, tersangka melihat korban hendak melakukan salat di mushala.

Tanpa basa-basi ia pun langsung menghantamkan batu besar ke kepala korban.

Sayangnya, warga yang di lokasi tidak sanggup melerai.

Warga hanya mampu memisahkan saat korban sudah jatuh dengan penuh darah.

Editor : Edwin Fajerial
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.