Minggu, 14 Jun 2026 07:03 WIB

Opini

Pilpres 2019: Politik Tanpa Jaringan Adalah Omong Kosong

Machfud Arifin (tengah) pada rapat pertama TKD di kantor DPD PDIP Jatim
Machfud Arifin (tengah) pada rapat pertama TKD di kantor DPD PDIP Jatim

jatimnow.com - Dipilihnya mantan Kapolda Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin (MA) memimpin Tim Kampanye Daerah (TKD) Jatim untuk Jokowi-Ma’ruf Amin merupakan langkah yang strategis.

Amanat untuk mengantar Jokowi dua periode ini adalah kepercayaan besar untuk MA. Dan sebagai seorang yang 32 tahun digodok di kepolisian, MA pasti tahu cara menjawab kepercayaan tersebut.

Baca Juga: Dosen Ilmu Politik Unesa Soroti Konsolidasi Kekuasaan-Strategi Geopolitik Nasional

MA yang baru dicemplungkan ke dunia politik ini juga membuat pimpinan parpol koalisi memberikan aplaus. Mereka bangga dengan MA yang berani mematok target kemenangan.

“Saya akan all out,” tegas MA.

Ia berharap, suara Jokowi-Ma’ruf  menang secara nasional dan Jawa Timur bisa mencapai kemenangan 65-70 persen. Tentu bukan sekedar sesumbar. Pasti MA menyimpan jurus-jurusnya.

MA sudah terbiasa bekerja dalam tekanan. Sehingga meski bukan berlatar belakang politisi, MA akan sangat terbiasa dengan beragam manuver politik dalam pemilu serta pasti bakal bisa meresponsnya dengan baik.

Kompetensi itu langsung ditunjukkan MA dalam penampilan perdananya sebagai Ketua TKD, Rabu (19/9/2018) malam di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur.

Baca Juga: May Day 2026, PDIP Surabaya Bagikan MBG Pada Ojol Perempuan

Pernyataan-pernyataannyadi depan pimpinan parpol kaolisi yang tergabung Koalisi Indonesia Kerja menunjukkan pemahaman yang komprehensif terhadap peta politik di Jawa Timur.  MA menyebut peran para kiai, ulama, habib, tokoh parpol, para sesepuh, relawan, dan komunitas milenial dengan terstruktur.

Yang juga sebenarnya cukup mengagetkan, adalah MA yang berlatar belakang jenderal polisi, ternyata “sangat sipil”. Dia menyatakan pelibatan berbagai kelompok masyarakat sebagai kunci penting dalam pembangunan demokrasi.

Jadi dia memandang rakyat bukan sebagai obyek elektoral semata, tapi subyek pemilu yang harus dilibatkan dalam program-program kampanye.

Baca Juga: PDIP Tunjuk Syaifuddin Zuhri Jadi Ketua DPRD Surabaya

Dan MA juga dikenal mempunyai jaringan luas di kalangan ulama dan simpul-simpul publik karena sangat intens berdialog saat menjadi Kapolda.

Jaringan MA masih “fresh” karena dia belum lama purna bakti dari jabatan Kapolda Jatim. Tentu itu menjadi modal bagi MA untuk menjalankan amanat baru ini. Karena bagaimana pun, politik tanpa jaringan adalah omong kosong.

Penulis: Pemimpin Redaksi jatimnow.com

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.